Beranda Berita AILA Care Hadirkan Layanan Pertolongan Pertama Psikologis Secara Gratis

AILA Care Hadirkan Layanan Pertolongan Pertama Psikologis Secara Gratis

BERBAGI
Pengurus AILA Indonesia bersama PERSISTRI Pusat. Ist

Jakarta, Ahad.co.id- Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia meluncurkan layanan pendampingan psikologi yang diberi nama AILA Care. Layanan ini merupakan Pertolongan Pertama Psikologis (P3) atau yang dikenal sebagai Psychological First Aid (PFA).

“AILA Care merupakan layanan non-profit, diberikan kepada perorangan maupun pasangan keluarga dan anak yang mengalami permasalahan,” tulis keterangan resmi AILA Indonesia yang diterima Ahad.co.id, Kamis (24/12/2020).

Dalam keterangan itu disebutkan, Sejak tahun 2013, jaringan AILA Indonesia sebenarnya telah melakukan usaha pendampingan dan pengokohan keluarga di seluruh pelosok Nusantara. Kendati demikian, tetap diperlukan formalisasi usaha pendampingan agar memiliki jangkauan layanan yang lebih luas.

“AILA Care akan meluaskan layanan pendampingan dengan melibatkan Ormas, komunitas dan berbagai yang tergabung dalam kemitraan aliansi,” tulis pernyataan tersebut.

Selain itu, mengambil momentum hari ibu, AILA Indonesia juga kembali menerbitkan sebuah buku hasil kajian yang diadakan oleh Bidang Kajian dan Hukum Aila Indonesia, yang berjudul Kekerasan Seksual vs Kejahatan Seksual : Problem Paradigma Sexual Consent dalam RUU P-KS.

Baca juga :   Serial #EJW: Ahli Hadits Tradisionalis Penghadang Kaum Liberalis

“Buku ini hadir karena masih banyak masyarakat Indonesia, yang belum menyadari implikasi paradigma sexual consent apabila digunakan sebagai framework dalam menyelesaikan masalah kejahatan seksual seperti perkosaan dan pelecehan seksual,” tegas pernyataan tersebut.

Dalam kata pengatarnya, Dr. Hamdan Zoeva menjelaskan, mempersoalkan paradigma penyusunan RUU P-KS menjadi sangat relevan. Paradigma dalam pembentukan suatu kebijakan negara apalagi undang-undang sangat menentukan watak dari kebijakan atau undang-undang tersebut sebagai produk politik hukum negara.

“Sebab, paradigma bukan saja menjadi kerangka berpikir tetapi juga menjadi sumber nilai bahkan orientasi dan arah dalam pembentukan hukum dan kebijakan,” jelas Hamdan.

AILA Indonesia memperkenalkan website dengan format baru, berisi berbagai fitur terbaru yang beralamat www.cintakeluarga.org. (Dudy)