Beranda Berita Elemen Masyarakat Bandung Kembali Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

Elemen Masyarakat Bandung Kembali Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

BERBAGI

Bandung, Ahad.co.id- Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Bandung kembali menggelar aksi tolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Aksi tolak RUU P-KS ini berlangsung di Car Free Day (CFD) jalan Dago Ahad pagi (14/7). Para peserta melakukan longmarch di sepanjang jalan Dago dan menjelaskan kepada masyarakat terkait penolakan RUU P-KS.

Dalam penjelasannya kepada masyarakat, Marcia mengatakan makna kekerasan seksual yang terdapat didalam RUU P-KS masih sangat luas, “jangan sampai Indonesia menjadi negara yang amoral karena RUU tersebut,” katanya.

Hal senada juga ditegaskan oleh Wana, peserta aksi penolakan RUU P-KS. “Karena RUU P-KS jika dikaji lebih mendalam tidak membicarakan norma, moral, dan adab. Seperti memberi celah pintu bebasnya prostitusi dan LGBT. Jadi saya memilih tolak RUU P-KS,” kata dia.

Pernyataan serupa juga dikeluarkan oleh Endah, peserta aksi yang lain ”kami menangkap awal tujuan dibentuk RUU ini untuk melindungi korban kekerasan seksual. Namun, ketika kita telusuri secara mendalam, bahasan utama mengenai “kekerasan seksual” ini saja sudah sangat ambigu hingga berpeluang untuk membolehkannya kejahatan seksual seperti perzinaan dan LGBTQ,” tambah Endah.

Baca juga :   Darul Rizki Pratama Siap Bangun Kembali Pendidikan di Lombok

Bahkan Erlin, salah seorang Mahasiswi yang ikut aksi berseloroh sambil menyindir betapa terselubungnya tujuan RUU P-KS, “kayak produk susu beruang isinya susu sapi, dikasih branding susu beruang tapi nyatanya zat yang terkandungnya susu sapi,” kata dia.

Bilangnya lanjut Erlin, menghapus kekerasan seksual, nyatanya mengandung redaksi yang mampu memperkaya jenis-jenis prilaku menyimpang seksual.

“Begitulah kiranya saya merasa sedang ada yang membodohi masyarakat Indonesia dengan sengaja dan terstruktur, dan saya tidak mau menjadi masyarakat dan melihat saudara-saudara indonesia saya dibodohi dengan sukarela,” tegas dia.

Jalannya aksi terlihat damai di tengah-tengah riuh pagi Ahad. Aksi ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat seperti mengambil gambar dan menanyakan langsung kepada peserta terkait isu RUU P-KS.

Hasbi Syauqi