Beranda Berita Pakar dan Pegiat Sosial Bedah Buku Panduan Syariah Tanggap Bencana

Pakar dan Pegiat Sosial Bedah Buku Panduan Syariah Tanggap Bencana

BERBAGI

Buku saku Panduan yang diterbitkan Laznas Dewan Dakwah menggabungkan dua buku panduan teknis terbitan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) plus prespektif syariah dan pedoman spiritualnya.

Selain Ahmad Husein, diskusi menghadirkan pembicara Budhi Setiawan, Deputi CEO Wahana Muda Indonesia (WMI). WMI merupakan Non-governmental organization (NGO) yang bergerak di bidang Sosial, Human Interest dan Peduli Lingkungan. Narasumber lainnya Syifa Faradilla, CEO Yayasan Dakta Peduli yang menghimpun dan menyalurkan donasi pemilik Radio Dakta FM serta sumbangan masyarakat. Diskusi juga menghadirkan Nurbowo dari LAZNAS Dewan Dakwah yang menulis buku Panduan bersama Ustadz Abu TawJieh Rabbanie.

Acara diikuti belasan peserta dari kalangan wartawan, Lembaga Amil Zakat, dan mahasiswa serta pengusaha UKM.

Baca juga :   OKI Siap Lawan Israel Jika Kembali Tutup Masjid Al Aqsa

Husein yang belasan tahun malang-melintang di lembaga kemanusiaan mengatakan, Buku Panduan juga perlu dilengkapi dengan fiqih ibadah dalam kondisi darurat bencana. “Misalnya bagaimana cara shalat dengan pakaian berdarah; atau relawan mendahulukan membuat mushola ataukah shelter,” ujar mantan profesional di federasi palang merah internasional itu.

Budhi Setiawan mengritik penulisan buku yang masih menyisakan ketidakrapian. Hal itu diakui Nurbowo, dan akan diperbaiki dalam edisi revisinya.

Namun, imbuh Budhi, secara umum buku tersebut menurutnya penting, terlebih ada panduan dzikir dan wirid serta do’a-do’a. Katanya, “Ini penting untuk spiritual healing penyintas bencana.”

WMI merekomendasikan agar Buku Panduan jadi salah satu materi pelatihan relawan di daerah-daerah.