Beranda Berita Sekjen Riseap Berkunjung Ke Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

Sekjen Riseap Berkunjung Ke Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Sekretaris Jenderal Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia & the Pacific (RISEAP) Mohammad Marzuki Mohammad Omar berkunjung ke Dewan Da’wah Pusat, Rabu kemarin (28/11).

RISEAP adalah organisasi da’wah yang didirikan atas prakarsa almarhum Tengku Abdul Rahman, Perdana Menteri Malaysia pertama (1957-1970) pada awal 1980. RISEAP beranggotakan lembaga-lembaga Islam dari 23 negara, yang pergerakannya fokus pada persoalan kehidupan muslim minoritas di Asia Pasifik.

Beberapa program RISEAP antara lain mengadakan latihan untuk imam dan khatib, youth camp, penerbitan dan latihan keterampilan untuk pemuda dan wanita. Untuk mendukung dakwah di berbagai masyarakat minoritas Islam di wilayah Asia Pasifik, penempatan da’i di daerah minoritas anggota RISEAP di Asia Tenggara dan Pasifik, seperti Papua New Guinea, Fiji, Philipina.

“Program-program ini sangat diperlukan terutama untuk masyarakat minoritas Islam yang sering menghadapi tantangan survival mereka,”ungkap Marzuki.

Kunjungan Sekjen Riseap diterima oleh Pengurus Dewan Da’wah, antara lain Sekretaris Umum Dewan Da’wah Drs. Avid Solihin, MM, Bendahara Umum Dewan Da’wah H. Edy Setiawan, Wakil Ketua Umum Bidang Waqaf dan Hubungan Luar Negeri KH. Abdul Wahid Alwi, MA serta Wakil Ketua Umum bidang Dakwah dan Kerjasama Dalam Negeri Drs. Amlir Syaifa Yasin, MA.
Hadir pula Ketua Laznas Dewan Da’wah H. Ade Salamun, Ketua Muslimat Dewan Da’wah Dra. Hj. Andi Nurul Jannah, dan beberapa Pengurus Dewan Da’wah lainnya.
Sedangkan hari ini, Rabu (29/11), Sekjen RISEAP Mohammad Marzuki bersama timnnya antara lain Noraindah Jayus, Wan Abdul Malik Wan AJU dan Ahmad Azhari, berkunjung ke STID M. Natsir di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, untuk melihat proses kaderisasi da’i yang diformat Dewan Da’wah. Kehadiran Mohammad Marzuki diterima oleh Ketua STID Mohammad Natsir, Dwi Budiman Assiroji M.Pd.I. dan tim.

Sekjen RISEAP mengatakan, “Misi kunjungan ini adalah membangun kembali silaturahim dengan lembaga-lembaga Islam di Indonesia”.

Diantara yang menjadi anggota Riseap adalah Dewan Da’wah, Muhammadiyah, Wanita Islam, HMI, PII dan PITI. Salah satu goal dari terjalinnya silaturahim tersebut adalah kerjasama dakwah dengan beberapa anggota tersebut.

Baca juga :   Tak Lagi Pakai Daging Babi, Subway Singapura Ajukan Sertifikasi Halal

Menyambut usulan tersebut, Dwi Budiman menyampaikan kesediaannya menerima kader yang dikirim RISEAP sebagai mahasiswa STID Mohammad Natsir melalui sistem beasiswa dan akan dikembalikan setelah kelulusannya. Demikian pun sebaliknya, membuka peluang kerjasama dengan RISEAP untuk mengirim duat Dewan Da’wah ke negara-negara minoritas muslim.

Mohammad Siddik Wakil Presiden RISEAP Empat Kali

Hubungan Dewan Da’wah dengan RISEAP sampai saat ini masih terjaga. Ketua Umum Dewan Da’wah Ust. Mohammad Siddik berdasarkan rekaman jejak digital menjabat sebagai Wakil Presiden RISEAP sejak beliau masih sebagai Penasihat Lazis Dewan Da’wah. Ust. Mohammad Siddik mendapat amanah untuk menjadi Wapres di Zona Tengah (ASEAN) untuk yang ketiga kalinya dengan masa bakti 2013-2015, dan yang keempat kalinya berakhir awal 2018 lalu.

Demikian pula dengan Wanita Indonesia yang dalam sejarahnya – ketika bapak-bapak Masyumi mendirikan Dewan Da’wah, Wanita Masyumi pun mendirikan Wanita Islam – telah menjadi anggota RISEAP dan hubungannya sejak awal hingga kini masih terjaga dan saling bersinergi.

Perwakilan dari PII yang ikut hadir dalam kunjungan Mohammad Marzuki ke Dewan Dakwah, menyatakan senang mendapat undangan ini karena dapat terhubung kembali dengan RISEAP. Sama halnya dengan Muhammadiyah yang selama ini kurang aktif.

Keanggotaan RISEAP terdiri dari organisasi-organisasi dakwah di Zona Utara yang mencakup Jepang Korea, Taiwan, China, Hongkong dan Macao; Zona Tengah yaitu semua negeri ASEAN plus Maldive dan Sri Langka, dan Zona Selatan yang mencakup Australia, New Zealand, Fiji, Papua New Guenia, Tongga, Samoa, Kaledonia Baru, Karibati, dan lainnya.

Bilal