Beranda Berita Perda Syariah Dinilai Penjabaran Pancasila

Perda Syariah Dinilai Penjabaran Pancasila

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Anggota MPR RI Hermanto mengatakan nilai-nilai Pancasila terjabarkan melalui banyak kebijakan dan peraturan, salah satunya melalui Peraturan Daerah (Perda) Syariah.

Ia juga menyebutkan, generasi saat ini perlu menjaga dan mempertahankan kesinambungan nilai-nilai Pancasila dengan cara menjabarkan dalam berbagai bentuk kebijakan dan peraturan sehingga objektifikasinya bisa diterima oleh semua pihak untuk kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.

“Perda syariah adalah peraturan yang menjabarkan sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa. Perda syari’ah menguatkan dan mengokohkan eksistensi nilai-nilai Pancasila”, papar Hermanto dihadapan peserta kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR di aula STIA Adzkia, Kuranji, Kota Padang belum lama ini, seperti dalam keterangan resmi PKS.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, lanjutnya, merupakan kalimatun sawa (kalimat yang disepakati oleh semua pihak) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam NKRI dari aspek religiusitas.“Sila ini perlu dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari agar upaya pelemahan paham kebangsaan dapat dieliminasi”, tutur lagislator dari FPKS ini.

“Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa bangsa Indonesia tetap terjaga persatuannya ditengah keberagaman dan kemajemukan”, tandasnya.

Baca juga :   Ini Lima Jenderal Myanmar di Balik Genosida Muslim Rohingya

Lebih jauh Hermanto menyebutkan, para founding father (pendiri bangsa) telah merumuskan Pancasila melalui suatu perdebatan dan dialog yang mendalam dengan pendekatan komprehensif dan holistik.

“Mereka menyerap sari pati nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat serta menyaring paham-paham internasionalisme sehingga melahirkan ideologi Pancasila, pemersatu bangsa, yang kita kenal sekarang ini”, ucapnya.

Ditengah persaingan global saat ini, lanjutnya, sangat urgen bagi pemimpin bangsa untuk menguatkan paham kebangsaan guna mencegah munculnya potensi pecah belah dan renggangnya relasi hubungan kebangsaan.

“Untuk mengefektifkan hal itu diperlukan teladan pemimpin bangsa dengan menghindari pernyataan yang tidak perlu”, pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Bilal