Beranda Berita Brigade Jawara Betawi Deklarasi Pemilu Damai

Brigade Jawara Betawi Deklarasi Pemilu Damai

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Setelah menggelar acara Pramilad dengan diskusi Menggagas Format Kaum Betawi Masa Depan, di Balaikota (1/11), Brigade Jawara (BJB) 411 pada 4 November 2018, giliran menggelar acara Miladnya yang ke-2 di Monas.

Acara Milad BJB 411 ini mengandeng Pemda DKI Jakarta dalam pelaksanaannya. Ada dua inti acara Milad BJB 411 yang ingin diusung, pertama Deklarasi Pemilu Damai 2019. Kedua, pemberian anugerah gelar Jawara Kehormatan BJB 411 kepada Anies Baswedan, PhD, selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Basir Bustomi, Founder BJB 411 dan Panglima Nasional Komando Brigade 411, mengatakan, “Dengan adanya ajang Deklarasi Pemilu Damai 2019, BJB 411 ingin berpartisipasi memberikan suasana kondusif di Jabodetabek ketika nanti Pemilu 2019 berlangsung,” bilang Basir Bustomi yang juga merupakan pimpinan perguruan silat Red Beksi. Dukungan Pemilu Damai ini sesuai dengan visi BJB yang berbunyi Bela Agama, Jaga Ulama dan Jaga Kampung.

Sedangkan, Hasan Basri atau biasa disapa Bang Cacang, Panglima BJB 411, berharap dengan pemberian gelar Jawara Kehormatan Betawi ke Gubernur, dapat mempererat kerja sama BJB 411 dengan pemerintah DKI Jakarta yang sudah terjalin baik “Acara ini mendorong peran serta Brigade Jawara Betawi 411 sebagai mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pelestarian kebudayaan Betawi dan keseluruhan konteks pembangunan di DKI Jakarta ke depan,” kata Bang Cacang yang merupakan guru besar perguruaa silat Gerak Rasa Sanalika.

Selain acara di atas, tentunya juga akan diisi dengan penampilan para pesilat Betawi dari Jabodetabek. Lainnya, akan ada pentas beragam kesenian Betawi, seperti tari, musik gambang kromong, dan lainnya.

Tentang Brigade Jawara Betawi 411

Brigade Jawara 411 memiliki VISI: Meraih Keberkahan dan Keridhoan Allah

Serta, MISI : Bela Agama, Jaga Ulama dan Jaga Kampung.

Pendiri: Jawara Betawi, para Ulama, dan Habib

Selepas Aksi Bela Islam 1, pada 14 Oktober 2016 di depan Bareskrim, Polda Metro Jaya, beberapa hari kemudian dilanjutkan pertemuan antara Jawara Betawi dan Ulama untuk mengajukan keinginan membuat acara Tabligh Akbar Jawara dan Ulama. Namun atas saran dari Habib Muchsin Zeid Al-Athos, Jawara Betawi diminta berpartisipasi dalam Aksi Bela Islam ke-2 pada 4 November 2016. Setelah diskusi, Jawara Betawi bersepakat ikut berpartisipasi dalam Aksi Bela Islam II tanggal 4 November 2016.

Baca juga :   Krisis Bahan Bakar, Empat Rumah Sakit di Gaza Tutup

Untuk mempersiapkan aksi, terlebih dahulu diadakan Apel Siaga Jawara Betawi pada tanggal 29 Oktober 2016 di Taman Wiladatika Cibubur. Di Cibubur ini, para Jawara Betawi berkumpul bersilaturahim atas panggilan untuk Bela Agama dan Ulama dengan acara atraksi Jurus masing-masing perguruan silat Betawi se-Jabotabek dan Siap ikut Aksi Bela Islam ke-2.

Pada 4 November 2016, para Jawara Betawi bergerak mengawal & mengamankan para ulama dalam aksi Bela Islam ke-2 di depan Istana Negara. Para Jawara betawi dalam aksi ini berada di garda terdepan. Pada momen inilah Brigade Jawara Betawi 411 lahir dan bersatu dengan Ulama. Ketika itu, para Jawara Betawi bersama umat Islam ditembaki gas air mata di depan Istana. Untuk mengenang peristiwa ini, maka para Jawara Betawi bersepakat menamakan wadah ini Brigade Jawara Betawi 411.

Awalnya ada BJB 411 terdiri 30 perguruan maen pukul Betawi dan saat pendirian pertama hampir 60 Jawara Betawi yang hadir di rumah Habib Muchsin Zeid Al Athos. Saat ini BJB 411 telah memiliki 10 koordinator wilayah (Korwil) yang ada Jabodetabek. Korwil itu berada Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Bekasi Raya, Depok,Bogor, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

Sekarang BJB 411 menaungi 156 Perguruan /Sanggar Maen Pukul Betawi, dengan jenis Aliran Beladiri hampir 60 macam.Berbeda aliran Beladiri Maen Pukul dan berbeda warna pangsi tapi tetap SATU KOMANDO dalam wadah BJB 411.

Bilal