Beranda Nasional Slamet Maarif: Bakar Bendera Tauhid Sambil Jingkrakan Mirip PKI

Slamet Maarif: Bakar Bendera Tauhid Sambil Jingkrakan Mirip PKI

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif menilai aksi pembakaran bendera tauhid di Garut olej iknim Banser beberapa waktu lalu, mirip tindakan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat menghabisi lawannya, 7 jenderal.

“Saat membakar, mereka jingkrak-jingkrakan bahagia. Ini persis seperti PKI ketika membunuh pahlawan revolusi, gayanya sama, liat aja videonya,” kata Slamet dalam diskusi bertema ‘Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam?’ di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/18).

Padahal, menurut Slamet, bila pelaku pembakaran memang memiliki iman, tidak sampai mereka bangga membakar kalimat tauhid, bisa jadi dibakar tapi ditempat tersembunyi.

“Kalau mereka punya iman mereka malu kok, tidak perlu membakar dengan jingkrak-jingkrakan dan senang, cari tempat sepi,”tuturnya.

Slamet juga mengkritik pernyataan Polda Jawa Barat (Jabar) bahwa memang sebelumnya sudah ada larangan membawa bendera lain selain bendera merah putih. Sehingga, mensweeping bendera tauhid dianggap wajar. Padahal, di lokasi juga banyak bendera hijau.

Baca juga :   Jadi Tersangka, Ustaz Zulkifli Ali Minta Doa Kaum Muslimin

“Kalau alasannya yang dibolehkan hanya bendera merah putih, kenapa yang hijau gak dicabutin, gak ente bakar sekalian,” lontarnya.

Slamet mengatakan apapun alasannya, ketika kalimat tauhid dibakar, itu adalah penghinaan dan penodaan agama Islam. Pelakunya wajib mempertanggungjawabkan perbuatan di hadapan hukum.

“Siapapun yang menodai agama Islam, menodai kesucian Islam wajib dihukum, wajib dipenjarakan,” tegasnya.

Slamet menegaskan jangan salahkan umat Islam bereaksi bila aparat melepas penghina agama.

“Jangan salahkan energi umat kembali lagi, seperti energi mengalahkan Ahok,”tandasnya.

Bilal