Beranda Berita Rumah Hunian Sementara Bantu Pulihkan Psikologis Penyintas Gempa Lombok

Rumah Hunian Sementara Bantu Pulihkan Psikologis Penyintas Gempa Lombok

BERBAGI
Dimas Seto dan Reza Aditya mengunjungi RHS yang dibuat WMI, Thoriquna dan MT Al Islah, Selasa (28/8/2018). Foto: Dudy/Ahad.co.id

KLU, Ahad.co.id- Wahana Muda Indonesia (WMI) bersama LPPDI Thoriquna dan MT Al Islah membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) untuk para penyintas bencana gempa Lombok.

“Saat ini totalnya ada 50 unit. Yang sudah terpasang 25 unit. Sisanya sudah berdiri rangka dan siap dipasang gedhek atau bilik bambu,” kata Ketua Umum WMI, Handriansyah, Kamis (30/8/2018).

Pemilihan gedhek sebagai dinding menurut Handrian, karena tahan lama dan mudah dijumpai di sekitar lokasi pengungsian.

“Selain itu proses pemasangannya cepat, dan yang terpenting aman jika kembali terjadi gempa,” jelasnya.

Untuk rangkanya, masyarakat diminta memanfaatkan material yang masih bisa dipakai dari rumah lama mereka.

“Jadi kami bantu untuk pengadaan gedhek, triplek, terpal serta alat-alat kerja lain. Dengan begitu kami ingin mengajak masyarakat untuk segera bangkit,” tambah Handrian.

Baca juga :   Gimana Shalat di Luar Angkasa? Simak Pengalaman Astronot Muslim Ini

Untuk satu unit RHS, dibutuhkan setidaknya 10 lembar gedhek, 3 lembar triplek serta satu buah terpal untuk atapnya.

“Kalau pembangunan dari nol, menghabiskan biaya Rp 3,5 juta. Sedangkan kalau tinggal menambahkan gedhek atau material lain, kira-kira biayanya Rp 2 juta,” jelasnya.

Dana pembangunan RHS, lanjut Handrian, selama ini didapat dari para donatur dan jamaah pengajian Majelis Taklim Al Islah.

Pihaknya menargetkan membangun 200 unit RHS yang tersebar di dua dusun yang ada di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, yakni Empak Mayong dan Dangiang.