Beranda Headline Jokowi Akan Tunduk ke Golkar atau PDI-P ?

Jokowi Akan Tunduk ke Golkar atau PDI-P ?

BERBAGI

Oleh: Tjahja Gunawan
Pemimpin redaksi Ahad.co.id

Ahad.co.id- Jauh sebelum Pilkada berlangsung, di sejumlah jalan utama di Jakarta, sudah terpampang sejumlah baliho besar Go-Jo (Golkar-Jokowi) dengan foto dua sejoli Jokowi dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Namun sampai sekarang, saya belum melihat ada baliho serupa dengan foto besar antara Jokowi dengan TGB walaupun belakangan ini isue yang ramai di media seolah-olah Jokowi akan dipasangkan dengan TGB.

Jangankan baliho JKW-TGB, baliho besar yang memajang Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Jokowi pun tidak ada. Padahal, dalam berbagai kesempatan Megawati selalu mengatakan bahwa Jokowi adalah Petugas Partai (PDI-P).

Bagi para analis dan pengamat politik sudah mahfum bahwa baliho-baliho Go-Jo itu merupakan bagian dari marketing politik sekaligus sebagai wahana sosialisasi politik yang sengaja dibuat Partai Golkar menjelang Pilpres 2019.

Baca juga :   KAMMI : Pilpres Harus Adu Gagasan Bukan Dagelan Politik

Pesan politik Baliho Go-Jo itu tentu ditujukan ke segala arah. Baik kepada masyarakat calon pemilih maupun kepada para elite serta partai politik terutama parpol-parpol pendukung rezim Jokowi.

Suka atau tidak suka, sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia saat ini adalah transaksional di bawah kendali oligarki partai dan kartel politik.

Dalam pembicaraan dengan sejumlah pelaku politik menyebutkan, loby-loby parpol menjelang batas penyerahan nama pasangan Capres-Cawapres tanggal 10 Agustus 2018, yang dibicarakan lebih bersifat pragmatis, menyangkut jatah kursi kekuasaan. Substansi pembicaraan lebih mengarah kepada siapa dapat apa.