Beranda Berita Terungkap, Ini Alasan Ustaz Alfian Sebut Kader PDIP 85% Komunis

Terungkap, Ini Alasan Ustaz Alfian Sebut Kader PDIP 85% Komunis

BERBAGI
Ustaz Alfian Tanjung/Ist

Jakarta, Ahad.co.id- Ustaz Alfian Tanjung, mengungkapkan kekhawatirannya akan kebangkitan Partai Komunis Indonesia. Hal itu terungkap saat dirinya membaca nota pembelaan (pledoi) di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU).

“Cuitan saya tentang PDIP 85 persen PKI merupakan ekspresi kekhawatiran saya dan berbagai temuan saya, apalagi sejak 1998 (awal reformasi) dengan berbagai upaya gerombolan anti Tuhan ini terus bergerak seperti virus atau roh jahat yang menyusup ke berbagai kalangan,” kata Ustaz Alfian saat membacakan pledoi di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, ideologi komunisme dapat bangkit lantaran kelalaian pemerintah menjaga ideologi negara. Selain itu, kelalaian pelaku sejarah mengingatkan bahaya komunisme juga menjadi faktor pendukung kebangkitan PKI.

“Kemunculan sikap acuh generasi muda dan generasi tua memberikan peluang komunisme bangkit kembali,” imbuhnya.

Menurutnya terdapat beberapa indikasi kuat aroma kebangkita PKI. Antara lain hilangnya pemutaran film G30S-PKI dan hilangnya kata PKI dalam film G30S sejak 2004, sehingga hal itu menegaskan adanya indikasi PKI telah kembali di Indonesia.

Baca juga :   150 Akademisi Hadiri International Islamic Conference on Fatwa Studies

“Perlu ada penyadaran bahaya komunisme lewat program bahaya komunisme. Kemudian pemutaran kembali film G30S PKI atau film praktik komunisme di Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam perkara ini JPU menuntut terdakwa ujaran kebencian Ustaz Alfian Tanjung 3 tahun penjara akibat ujaran kebencian terhadap PDIP. Jaksa menilai, Ustaz Alfian telah terbukti menyebarkan ujaran kebencian lewat akunnya @alfiantmf tentang “PDIP yang 85 persen isinya kader PKI mengusung cagub anti Islam”.

Selain dikenakan tuntutan 3 tahun penjara, Ustaz Alfian dikenakan denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara. Ustaz Alfian dinilai telah melanggar pasal 28 ayat 2 jo pasal 45a ayat 2 UU 19 tahun 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

AINUL YAQIN | HASBI SYAUQI