Beranda Berita Raja Salman Kecam Campur Tangan Iran di Konflik Timteng

Raja Salman Kecam Campur Tangan Iran di Konflik Timteng

BERBAGI
Kredit foto: Al Jazeera

Riyadh, Ahad.co.id- Raja Salman mengecam campur tangan Iran dalam konflik Timur Tengah. Ia juga mengecam Amerika Serikat (AS) karena mengakui Yerusalem jadi Ibu Kota Israel. Hal itu disampaikan di depan para pemimpin Arab dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Liga Arab ke-29 di Dhahran, Arab Saudi, Ahad (15/4/2018).

Ia mengatakan, keputusan Washington mengakui Kota Suci Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel merupakan kesalahan. Apalagi AS segera memindahkan kedutaannya ke sana. Ini merupakan tindakan yang tidak sah.

24 jam setelah serangan AS, Prancis dan Inggris ke Suriah, tujuh belas kepala negara Arab, tidak termasuk Bashar Assad, menggelar pertemuan di Saudi, mereka membahas kondisi kawasan.

Dilaporkan AFP, kursi bertanda ‘Republik Arab Syria’ terlihat kosong di aula. Raja Salman mengalihkan perhatiannya dengan musuh lamanya Iran. Ia begitu geram dengan Iran yang makin menguat di kawasan.

“Kami memperbarui kecaman keras kami terhadap tindakan teroris Iran di kawasan Arab dan menolak campur tangan terang-terangan dalam urusan negara-negara Arab,” katanya.

Lalu, ia juga mengecam keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. “Kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap keputusan AS tentang Yerusalem,” kata Salman.

Baca juga :   Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, MUI Hormati Keputusan Hakim

“Yerusalem Timur adalah bagian integral dari wilayah Palestina,” ujarnya menegaskan.

Iran dan Saudi sebetulnya sama-sama mendapatkan kecaman keras dari PBB pada Perang Yaman. Saudi masuk daftar hitam PBB karena penyerangan terhadap penduduk sipil di Yaman. Sedangkan Iran gagal memblokir pasokan rudal ke pemberontak Houthi Yaman.

KTT Liga Arab didirikan pada 1945 dan jarang menghasilkan tindakan. Terakhir kali mereka melakukan langkah konkret adalah pada 2011, ketika negara itu menangguhkan keanggotaan Suriah karena peran rezim Assad dalam perang.

Perang Suriah merupakan yang paling kompleks dari konflik di kawasan itu. Ini merupakan titik utama pertikaian yang mengadu Riyadh dan sekutu-sekutunya, yang terutama mendukung militan Sunni, melawan pendukung rezim Iran dan sekutunya Libanon, Hizbullah.

Negara-negara Teluk Arab telah menyalurkan sumbangan besar ke Suriah, tetapi belum secara resmi menawarkan suaka kepada warga Suriah.

Dudy S.Takdir