Beranda Berita Delegasi Afghanistan Belajar Kelola Perbedaan dari Indonesia

Delegasi Afghanistan Belajar Kelola Perbedaan dari Indonesia

BERBAGI
Delegasi High Peace Council Afghanistan bersama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla/Setkab

Jakarta, AHAD.CO.ID- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma`ruf Amin mengatakan delegasi Afghanistan menyatakan tertarik untuk belajar dari Indonesia dalam mengelola kemajemukan masyarakatnya.

Ketertarikan itu disampaikan dalam pertemuan dialog lintas organisasi antarnegara di Jakarta, Selasa (21/11), yang terdiri dari perwakilan High Peace Council (HPC) Afghanistan bersama Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.

Kiai Ma`ruf menjelaskan, delegasi dari Negeri Para Mullah itu dalam lawatannya ke Indonesia berdiskusi dengan sejumlah unsur masyarakat Indonesia seperti tokoh dan ulama nasional disertai kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren.

“Yang lebih utama, bagaimana Indonesia yang begini majemuknya, rasnya banyak, agamanya banyak, ormas Islam juga banyak tapi bisa terkelola dengan baik,” kata dia.

Ia mengatakan, delegasi Afghanistan mengutarakan di negara yang sempat dikuasai Taliban tersebut sejatinya tidak memiliki keragaman latar belakang seperti di Indonesia.

Mazhab Islam di Afghanistan juga tidak sebanyak di Indonesia. Akan tetapi, konflik di Afghanistan sangat mudah terjadi hanya karena gesekan-gesekan dari unsur masyarakat yang berbeda.

Baca juga :   Usai Lewati Malam Ekstrem, Jamaah Haji Wukuf di Arafah

Menurut dia, Indonesia dengan keragamannya yang sangat banyak justru bisa bersatu dalam kemajemukan. Kendati begitu, diakui di Indonesia terjadi sejumlah konflik tapi begitu ada gesekan tidak akan terjadi konflik berkepanjangan seperti yang terjadi di Afghanistan.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI KH Muhyiddin Junaidi mengatakan HPC Afghanistan di dalamnya terdiri dari berbagai perwakilan ormas keagamaan dari negara tersebut.

MUI, kata dia, memberi penjelasan kepada HPC mengenai cara penanganan konflik di Indonesia yang mengedepankan dialog daripada dengan cara tekanan oleh militer.

Di Indonesia, kata dia, juga mampu membuktikan apabila Islam mampu bersanding dengan demokrasi dan berjalan selaras dengan unsur keagamaan. Kebaikan-kebaikan dari persatuan Indonesia yang memiliki keragaman latar belakang harus terus ditularkan demi perdamaian dunia, terutama kepada Afghanistan.

FADLI ALIEF | DANIEL AMRULLAH