Beranda Berita Berhenti Mogok Makan, Hidayat Tempuh Praperadilan

Berhenti Mogok Makan, Hidayat Tempuh Praperadilan

BERBAGI
Muhammad Hidayat/Istimewa

Jakarta, AHAD.CO.ID – Setelah 16 hari melakukan mogok makan di Rutan Polda Metro Jaya, pelapor Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat berencana menempuh sejumlah proses hukum.

“Atas saran dokter yang saya percaya, akhirnya saya putuskan mengakhiri mogok makan,” kata Hidayat saat dijenguk AHAD.CO.ID, Senin (31/7).

Untuk melanjutkan perlawanan terhadap kepolisian yang dianggapnya sewenang-wenang, Hidayat bersama tim kuasa hukum berencana mengajukan praperadilan atas penahanannya.

“Insya Allah hari ini (Senin) sudah diurus oleh tim pengacara, di praperadilan nanti akan terungkap siapa yang sebetulnya salah,” katanya.

Hidayat yakin, tidak ada alasan bagi polisi kembali menahannya. Karena itu dia ingin membuktikan penahanannya kali ini cacat hukum.

“Justru saya kan membantu polisi dengan melaporkan dugaan tindak pidana. Karena bagi orang yang mengerti hukum seperti saya tapi tidak melaporkan dugaan pelanggaran, maka saya salah,” jelasnya.

Selain itu, Hidayat juga menyayangkan framing yang dilakukan banyak media arus utama untuk membunuh karakternya.

“Disebutkan saya ini melaporkan orang untuk memeras agar mendapatkan uang, bahkan ada juga yang menyebut saya kelainan kejiwaan karena melaporkan begitu banyak dugaan ujaran kebencian terhadap Islam,” katanya.

Baca juga :   Gelar Buka Puasa di 223 RW, Pemprov DKI Gandeng ACT

Untuk menjawab tudingan itu, Hidayat mengaku telah mengirimkan keterangan resmi ke banyak media.

“Tapi entah dimuat atau tidak,” katanya sembari tertawa.

Selain menjawab tudingan terhadap dirinya, dalam keterangan itu Hidayat juga menjelaskan, tindakan Kaesang dalam video di YouTube memenuhi dugaan unsur pidana penghinaan agama.

Karena dalam videonya Kaesang menyebut, “Gak mau mensholatkan padahal sesama muslim karena perbedaan memilih pemimpin, apaan coba, dasar ndeso.

“Jadi jangan dikaburkan hanya ke kalimat dasar ndeso saja. Karena kalimat sebelumnya penting, itu bentuk ujaran kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin,” jelas Hidayat.

Lantaran kalimat itulah Hidayat membuat laporan polisi di Polres Bekasi Kota pertengahan Juli 2017, melaporkan putra bungsu Presiden Jokowi itu.

DUDY SYA’BANI TAKDIR