Beranda Berita 21 Orang Perwakilan Aksi Tolak Perppu Ormas Diterima MK

21 Orang Perwakilan Aksi Tolak Perppu Ormas Diterima MK

BERBAGI
Aksi massa tolak Perppu Ormas/Forjim

Jakarta, AHAD.CO.ID – Sebanyak 21 orang Perwakilan Aksi Umat Islam yang menolak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas, diterima Mahkamah Konstitusi (MK), Jum’at, (28/7) siang.

Pada kesempatan itu, Ustadz H. Slamet Maarif, selaku Ketua Presidium 212, menyampaikan permasalahan yang dihadapi umat Islam khususnya soal Perppu. Menurut Slamet, munculnya perppu telah menimbulkan kegundahan bagi ormas Islam.

“Untuk itu, Kami mengeluarkan resolusi aksi bela Islam 287 yang intinya lewat seruan jihad konstitusional,” katanya.

Sejak Joko Widodo menjadi presiden, lanjut Slamet, kebijakan rezim Jokowi menampakkan aslinya, yaitu tidak simpatik kepada umat Islam.

“Kecenderuangan rezim Jokowi ke pihak asing dan aseng semakin terasa. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah korban pertama Perppu ini. Demokrasi kita akan berubah menjadi otoriterisme,” ungkap Slamet.

Dalam kaitan itu, MK diharapkan bisa mempertimbangkan dengan benar usaha yudicial review dari kelompok tertentu.

Pertemuan Perwakilan aksi 287 dilakukan di Lantai 4 Ruang Pertemuan Gedung MK di Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta. Sebelumnya para peserta aksi melakukan serangkaian orasi di Kawasan Monas Jakarta.

Pertemuan dengan MK berlangsung dari jam 13.50 WIB sampai jam 14.20 WIB.

Baca juga :   Jakarta Islamic Center Percayakan Forum Jurnalis Muslim Kelola Sekolah Broadcasting

Slamet Maarif didampingi oleh Kapitra Abdalah sebagai pengacara 212. Perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Juru bicara MK, Nalon Kurniawan Didampingi Panitra Muda Edi Tri, dan Sidauruk.

Kapitra Abdalah menjelaskan, negara mempunyai kewenangan mengeluarkan kebijakan, tapi masyarakat juga bisa mengawasi kebijakan tersebut.

Dalam kaitan ini, kata Kapitra, pihaknya mengajukan gugatan untuk menguji Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Perppu ormas.

“Perubahan atas UU itu melanggar Undang-undang Dasar (UUD). Kami berharap untuk diregistrasi di MK gugatan kami, supaya bisa cepat diproses,” desak Kapitra.

Nama-nama perwakilan pengunjuk rasa:

1. Juanda Eltari
2. Mohammad Kamil Pasha
3. Slamet Ma’arif (Ketua Presidium 212)
4. S. Aminudin
5. H.Mafur Mifthi
6. Harry Kurniawan, SH
7. Herry Priyono
8. Ahmad Leksono
9. Jamal Kasim
10. Ismar Sarifudin
11. Dedi Suhardadi
12. Ade Irfan Pulungan
13. M. Yusuf
14. Meizaldi Mufti
15. M. Kapitra Abdallah, SH (Ketua Pengacara 212).
16 Ismail Siregar
17. Rangga Lukita Desnata
18. Dahlan Pido
19. Yudia Sabarudin
20. Muhamad Nur Sukma
21. Munarman. S

TJAHJA GUNAWAN

.