Beranda Ekonomi Ketua MUI Nilai ZISWAF Mampu Atasi Ketimpangan Sosial

Ketua MUI Nilai ZISWAF Mampu Atasi Ketimpangan Sosial

BERBAGI
Diskusi ekonomi syariah dalam rangka milad MUI ke-42/ist

Jakarta, AHAD.CO.ID – Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin menilai, zakat, infaq, shadaqoh, dan wakaf (ZISWAF) mampu mengatasi ketimpangan sosial yang ada di masyarakat Indonesia saat ini.

“Ketimpangan anatara golongan masyarakat miskin dengan kaya, wilayah barat dengan timur, ketimpangan sosial atas akses masyarakat, ketimpangan sektoral, pada dasarnya dapat diatasi melalui salah satu instrumen ekonomi syariah yang kita kenal sebagai ZISWAF,” kata KH. Ma’ruf Amin dalam pidatonya dalam Diskusi Panel “Peran Ekonomi Syariah DAlam Arus Baru Ekonomi Indonesia, Senin, (24/7), di Jakarta.

Zakat, sebut Kyai Ma’ruf, adalah instrumen keuangan Islam yang mampu menjawab masalah perekonomian nasional berupa kebutuhan investasi, menjaga daya beli masyarakat miskin, dan pemberdayaan. Sedangkan, infaq, shadaqah, dan wakaf berperan dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk menjawab kebutuhan negara dalam upaya memenuhi kepentingan publik, seperti pembangunan sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat, pemenuhan konsumsi, dan lainnya.

Baca juga :   PT. PPI dan Rumah Zakat Bagikan Bingkisan Peralatan Sekolah

Dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia yang mencapai hampir 233 juta jiwa, ZISWAF dapat menjadi sumber dana sekaligus memiliki potensi penyebaran yang besar. Sayangnya, beliau menilai, saat ini pemanfaatan ZISWAF belum optimal.

“Seandainya semua pemangku kepentingan dan masyarakat menyadari akan manfaat dan keuntungan ZISWAF, maka ZISWAF dapat menjadi bagian dari kebijakan ekonomi nasional dalam mengatasi permasalahan ekonomi mendasar, seperti ketimpangan-ketimpangan tersebut,” pungkasnya.


FARA V SYAHRINI