Beranda Ekonomi Timur Tengah, Pasar Utama Wisata Halal Indonesia

Timur Tengah, Pasar Utama Wisata Halal Indonesia

BERBAGI
Pemprov NTB saat menerima penghargan World Best Halal Tourism 2016 di Abu Dhabi/wisatadilombok.com

Jakarta, AHAD.CO.ID- Pemerintah Indonesia bersama seluruh stakeholder pariwisata terus mengembangkan berbagai destinasi wisata halal maupun melakukan berbagai perbaikan infrastruktur untuk mengudang wisatawan Muslim (Muslim traveler) berkunjung ke Indonesia.

Salah satu stakeholder yang peduli terhadap pengembangan wisata halal adalah Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC). Topik wisata halal juga sempat dibahas pertemuan Silaturahim dan Rapat Pleno Pengurus ISABC di Hotel d’Arcici Jakarta, Senin (17/7).

“Bicara soal halal tourism, maka harus dipahami semua pihak bahwa halal tourism itu merupakan halal lifestyle, pilihan service yang berdasarkan konsep halal. Pemerintah sendiri mengakui bahwa Indonesia dibilang terlambat, lantaran belum serius menggarap potensi dari halal tourism ini,” kata Muhammad Hasan Gaido dalam rilis yang diterima AHAD.CO.ID, Rabu (19/7).

Baca juga :   ODOJ: Ngaji Satu Juz Setiap Hari Biar Trendi

Padahal, pasar utama wisata halal adalah Timur Tengah. Mereka merupakan pasar yang sangat potensial. Contohnya Uni Emirat Arab spending-nya mencapai 1.700 dolar AS per kepala, disusul oleh Saudi Arabia yang mencapai 1.500 dolar AS per kepala.

“Rata-rata spending wisatawan asal Timur Tengah mencapai 1.200 dolar AS per kepala, jauh lebih besar dibandingkan wisatawan lainnya. Sehingga, tidak salah jika wisata halal termasuk bisnis yang high revenue dan juga high opportunity,” tutur Hasan Gaido.

Hasan Gaido menambahkan, keberadaan ISABC akan memberikan kemudahan para pengusaha Saudi Arabia untuk berinvestasi di Indonesia. Begitu pula sebaliknya pengusaha Indonesia yang ingin berinvestasi di Saudi.