Beranda Berita Palestina Deklarasi Perlawanan Nasional Hadapi Aneksasi Israel Terhadap Tepi Barat

Palestina Deklarasi Perlawanan Nasional Hadapi Aneksasi Israel Terhadap Tepi Barat

BERBAGI

Gaza, Ahad.co.id- Seluruh faksi Palestina mendeklarasikan perlawanan nasional untuk menghadapi keputusan aneksasi Israel atas sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.

Deklarasi berlangsung setelah pertemuan perwakilan dari faksi-faksi Fatah, Hamas, Jihad Islam, dan faksi-faksi kiri, dengan tema “Bersatu melawan Keputusan Tepi Barat dan Kesepakatan Abad Ini.” Quds Press melaporkan dari Jalur Gaza, Ahad (28/6).

Dalam pidatonya atas nama faksi yang berpartisipasi dalam pertemuan, Khalid al-Batsh, seorang pemimpin gerakan Jihad Islam, memberikan rincian tentang rencana nasional yang disepakati semua faksi untuk menghadapi aneksasi.

“Kita sudah membentuk front persatuan nasional untuk perlawanan rakyat untuk mengelola aksi-aksi di lapangan, dan membentuk komite perlindungan rakyat di Tepi Barat untuk menangani para pemukim dan tindakan aneksasi,” ujar al-Batsh.

Dia menyatakan bahwa “rencana untuk menghadapi aneksasi memerlukan program berkelanjutan, pergerakan warga, dan mobilisasi institusi Palestina di luar negeri untuk konfrontasi ini.”

Rencana yang disepakati, terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu tingkat nasional, tingkat Arab dan Islam, dan yang tingkat internasional, lanjutnya.

Baca juga :   PBB Sebut Operasi Militer di Rakhine Sebagai Pembersihan Etnis

Dia menekankan perlunya memulihkan persatuan nasional, menyepakati strategi nasional untuk menghadapi tantangan saat ini, membangun kembali sistem politik Palestina, khususnya Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) atas dasar kemitraan dan demokrasi, memastikan partisipasi semua pihak.

“Kami juga mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam untuk memikul tanggung jawab lebih dalam menghadapi keputusan Israel, dengan mengaktifkan semua cara tekanan dan kekuatan untuk menggagalkan rencana aneksasi dan rencana kesepakatan abad ini, dan menyediakan jaring pengaman finansial bagi rakyat Palestina,” lanjutnya.