Beranda Headline Berhenti Menjelekkan Negeri Sendiri (Tanggapan Pidato Pendeta Indonesia di AS)

Berhenti Menjelekkan Negeri Sendiri (Tanggapan Pidato Pendeta Indonesia di AS)

BERBAGI

Saya pun mencari tahu siapa orang tersebut dan di kota mana. Ternyata di pidato itu dia menyebut kota Portland, sebuah kota di negara bagian Barat Amerika.

Tapi siapa gerangan orang tersebut? Baru hari ini saya mendapat informasi bahwa sosok itu adalah seorang pendeta bernama Pendeta Oscar Suriadi. Dia adalah pendeta gereja City Blessing di kota Portland sejak tahun 1998.

Kecewa dan Harapan

Saya sebagai Diaspora Indonesia di Amerika, dan tentunya sebagai seorang Muslim dan Imam, sangat kecewa dengan potongan pidato Pendeta Oscar itu.

Kekecewaan saya tentunya bukan pertama kali ini. Tapi sudah beberapa kali saya menemukan adanya pihak-pihak tertentu yang secara sengaja memburuk-burukkan negaranya sendiri. Kalaupun sudah berpindah warga negara, minimal negara asalnya.

Baca juga :   Ratusan Umat Islam Gelar Aksi di Jakarta Dukung Tahanan Palestina

Saya masih ingat beberapa tahun lalu ketika Presiden SBY mendapat penghargaan dari Conscience Foundation, Pimpinan Rabbi Arthur Schneier. Ketika itu ada beberapa organisasi Yang kebetulan berafiliasi ke warga Indonesia di NY mengirimkan surat ke Rabbi Arthur memburuk-burukkan Indonesia sebagai negara intoleran.

Saya tahu betul siapa mereka dan apa isi suratnya karena Rabbi Arthur Schneier adalah Pendeta Yahudi yang cukup dekat dengan saya. Bahkan di acara itu sayalah Yang memimpin doa pembuka. Beliaulah yang memberitahu ke saya siapa yang mengirim surat dan apa isi suratnya.

Maka dengan kejadian di Portland ini semakin menjadikan saya gerah dan kecewa. Bahwa ada saja pihak-pihak yang tidak tahu berterima kasih kepada negaranya atau negara asalnya.