Beranda Berita Pulang ke Bali, Ratusan Santri dari Jawa Dibekali Surat Sehat

Pulang ke Bali, Ratusan Santri dari Jawa Dibekali Surat Sehat

BERBAGI
Ilustrasi

Badung, Ahad.co.id- Ratusan santri dari Pulau Jawa yang pulang ke Bali melengkapi diri dengan surat keterangan sehat. Namun demikian kesehatan mereka terus dipantau oleh tim surveilans di masing-masing kelurahan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

“Meski sudah dilengkapi surat keterangan sehat, tapi tetap disarankan untuk mengisolasi diri dan juga tetap diawasi. Pengawasan dilakukan oleh Satgas di desa kelurahan yaitu tim surveilans untuk memantau,” ujar Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Artha di Badung, Rabu (1/4/2020) dilansir dari INews.

Dia menjelaskan, dalam dua hari terakhir memang ada ratusan santri yang tiba di Kuta Selatan.

Santri tersebut menuntut ilmu di pondok pesantren yang berada di wilayah Jawa Timur yang diliburkan sementara sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Para santri tersebut pulang ke rumahnya termasuk di kawasan Kuta Selatan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Badung terkait sejumlah santri ini,” katanya.

Untuk mengetahui lokasi tempat tinggal mereka, pihaknya juga telah meminta data dari para santri yang kemudian akan diinfokan ke masing-masing Satgas Covid-19 di kelurahan untuk melakukan pengawasan.

Gelombang kepulangan ratusan santri asal Bali itu dimulai sejak Ahad (29/3/2020). Mereka tiba di kawasan Kuta, Badung, usai pondok pesantren tempat mereka menuntut ilmu yang terletak di kawasan Probolinggo, Jawa Timur diliburkan.

Baca juga :   400 Imigran Anak Meninggal Dunia di Libya

“Mereka ini pondok pesantrennya diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona dan pulang ke Bali karena orang tua mereka berasal dari Pulau Dewata,” ujar Komandan Satgas NU Peduli Covid-19 Bali, Ekky Reza.

Dia menuturkan, sebelum para santri itu berangkat ke Bali, mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan. Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, petugas juga kembali melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada para santri.

Saat tiba di Bali, santri beserta barang bawaannya disemprot disinfektan sebagai langkah preventif pencegahan penyebaran virus corona.

“Selama di rumah mereka juga diimbau untuk melakukan pola hidup bersih dan juga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya.

Gubernur Wayan Koster telah menaikkan status Siaga Darurat penanggulangan Covid-19 di Bali menjadi Tanggap Darurat hingga 29 Mei. Dengan status tersebut, pengawasan terhadap orang yang datang ke Bali diperketat. (Daniel)