Beranda Berita Erdogan Sebut Kerusuhan di India Sebagai Pembantaian Terhadap Umat Islam

Erdogan Sebut Kerusuhan di India Sebagai Pembantaian Terhadap Umat Islam

BERBAGI

Ankara, Ahad.co.id- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meradang terhadap tragedi dan konflik sektarian di India. Dia menyebut tindakan ekstremis Hindu sebagai “pembantaian”.

“India sekarang telah menjadi negara di mana pembantaian tersebar luas. Pembantaian apa? Pembantaian umat Islam. Oleh siapa? Hindu,” kata Erdogan saat berpidato di Ankara, dikutip dari  Midle East Eye, Jumat (28/02/2020).

Lebih dari 200 orang telah terluka dan 33 tewas sejak Ahad malam dalam bentrok antara kelompok ekstremis Hindu dan Muslim. Kelompok Hindu dilaporkan dipersenjatai dengan pedang dan senjata tajam lainnya.

Ribuan properti dan kendaraan milik umat Islam juga dibakar dalam kerusuhan tersebut.

“Bagaimana orang-orang ini membuat perdamaian global menjadi mungkin? Tidak mungkin. Ketika berpidato – karena mereka memiliki populasi yang besar – mereka mengatakan ‘kami kuat’ tetapi itu bukan kekuatan,” tambah Erdogan.

Baca juga :   Tak Dapat Visa, Discovery Pasundan di London Terancam Gagal

Banyak dari 200 juta Muslim di India mengkhawatirkan hukum kewarganegaraan yang baru. Undang-undang itu dapat membuat kewarganegaraan mereka dicabut atau bahkan dikirim ke kamp-kamp tahanan.

Sebelumnya, dalam sebuah postingan di Twitter pada hari Kamis, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) meminta pemerintah India untuk melindungi minoritas Muslim di seluruh negeri itu.

“OKI mengutuk kekerasan yang baru-baru ini terjadi yang mengakibatkan kematian orang-orang tak berdosa, pembakaran dan perusakan masjid dan properti milik Muslim,” tulis tweet itu.

“OKI menyerukan pihak berwenang India untuk membawa penghasut dan pelaku dari tindakan anti-Muslim ini ke pengadilan. Pemerintah India juga harus memastikan keselamatan dan keamanan semua warga negara Muslim dan perlindungan tempat-tempat suci Islam di seluruh negeri.” (Dudy)