Beranda Berita UU Diskriminatif kepada Muslim Picu Bentrokan di India

UU Diskriminatif kepada Muslim Picu Bentrokan di India

BERBAGI

New Delhi, Ahad.co.id- Kepolisian India bentrok dengan para demonstran di beberapa bagian ibu kota, Delhi, dalam aksi protes menentang undang-undang baru mengenai migran yang kontroversial. UU tersebut menawarkan kewarganegaraan kepada migran non-Muslim dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan jika mereka menghadapi persekusi agama.

Polisi menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan massa, sedangkan ratusan pengunjuk rasa membakar sejumlah bus dan memblokade beberapa ruas jalan.

Demonstrasi berlangsung di bagian utara dan timur India sejak UU tersebut diloloskan parlemen. Selama enam hari aksi protes tercatat sebanyak enam orang tewas.

Akhir pekan ini, para demonstran di Bengal Barat memblokade jalur tol nasional, sedangkan di Assam, pemerintah negara bagian setempat mencabut jam malam untuk sementara agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok.

Baca juga :   Puluhan Dai di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan Jurnalistik Dakwah

Demonstrasi lanjutan diperkirakan bakal berlangsung di Bengal Barat, Delhi, dan beberapa negara bagian lainnya di bagian timur laut India pada Senin (16/12).

Berbagai petisi juga akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi India pada Senin (16/12) sebagai upaya untuk menganulir UU Kewarganegaraan.

Karena situasi diperkirakan akan panas, pemerintah Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga mereka yang berkunjung ke bagian timur laut India. Peringatan itu menegaskan agar mereka “bersikap waspada”.

Para demonstran menolak UU Kewarganegaraan yang membuat para migran asal Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan, yang masuk ke India tanpa dokumen resmi, menjadi warga negara India.