Beranda Berita Sandiaga Uno: Revolusi Industri 4.0 Bawa Berkah Buat Pengusaha

Sandiaga Uno: Revolusi Industri 4.0 Bawa Berkah Buat Pengusaha

BERBAGI

Yogyakarta, Ahad.co.id– Konglomerat Indonesia Sandiaga Uno berbagi pengalaman bagaimana para pengusaha muda bisa bertahan di era disrupsi Revolusi Industri 4.0 yang sedang melanda Indonesia.

Mengenakan Batik berwarna biru, Sandi hadir di forum Mentoring Busines Usaha dalam rangkaian kegiatan Muktamar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) di hotel Grand Keisha, Yogyakarta, Kamis (14/1/2019).

Berbicara dengan membawa presentasi yang dibuat rekannya Michael Juwita, Menurut Sandi mengatakan Revolusi Industri 4.0 itu datang untuk membawa berkah bagi pengusaha Indonesia.

Menurut Sandi, untuk bisa berhasil dalam berusaha tidak ada pilihan lain kecuali harus fokus, networking atau perbanyak silaturahim, improvisasi dengan  teknologi terkini dan just do it.

Dia mencontohkan, anak buahnya, Michael Juwita, setelah berpisah dengan Saratoga Group dia fokus mengembangkan usaha di bidang Energi Baru dan Terbarukan seperti pembangkit Listrik dan Tenaga Surya.  Michael berhasil dalam tempo 3 tahun aset bisnis sudah mencapai Rp.75 Triliun.

“Apapun bisnisnya, harus  berani melakukan improvisasi teknologi jika ingin survive dan berhasil,” kata Sandi.

Dia mencontohkan, Bos Alibaba.com, itu gaptek, tapi dia bergaul dengan pakar IT dan mengajak mereka mengembangkan bisnis Alibaba.com.

“Sebaliknya, Blackberry kini mati justru karena mengabaikan teknologi berbasis android,” tambah dia.

Sandi menambahkan, kaum Milineal Indonesia kini banyak yang sukses dengan memanfaatkan Teknologi 4.0. Milineal itu suka yang cheaper (murah), better (kualitas bagus), faster (serba cepat) dan jangan inkar janji.

“Para start up kaum milineal ini, meski usaha masih tergolong UMKM namun omsetnya sudah milyaran karena memanfaatkan teknologi 4.0 seperti automation (teknologi digital marketing),” ungkap Sandi.

Kepada para peserta Mentoring Busines Usaha yang kebanyakan dari Keluarga Besar PII, ini Sandi menjelaskan bahwa saat ini pertumbuhan industri Indonesia turun atau mengarah kepada deindustrialisasi dengan angka di bawah 20 % dari PDB.

Baca juga :   Terkait Kasus Novel, Presiden Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Gabungan

Jika kita tidak menerapkan teknologi 4.0 kita akan kehilangan, 23 Juta lapangan kerja. Namun bisa kita menerapkan 4.0 maka kita akan mendapatkan 27-46 juta lapangan kerja baru.

“Jadi, 4.0 bisa membantu pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru,” paparnya.

Pola-pola bisnis memang banyak berubah di era Revolusi 4.O. Sandi mencontohkan, dulu yang mahal itu belanja iklan, kini belanja iklan bisa ditekan dengan memanfaatkan digital marketing.

Dulu  orang beli produk karena kekuatan iklan, kini orang pakai produk karena adanya testiomini dari para influencer. Karena itu, manfaatkan  testimonial dari para tokoh agar produk anda bisa dibeli konsumen.

Sandi meyakinkan para peserta, bahwa ke depan yang banyak akan tumbuh ialah usaha-usaha UKM. Investasi yang tumbuh akan banyak yang investasi kecil-kecil, yaitu di bawah Rp. 50 ribu dolar.

“Penelitian saya mencatan potensi UKM ini sebesara 41 % angkanya,” ujar Sandi.

Karena itu, sekali lagi ditekankan agar terus melakukan improvisasi teknologi,  tingkatkan terus SDM, terus berinovasi dengan pasar yang terus berubah cepat, perbanyak silarutahmi.

“Ingat, enterpreneur itu bukan profesi tapi mindset,” pungkasnya. (Zul)