Beranda Gaya Hidup Enam Penemuan Ilmuwan Muslim yang Kita Gunakan Sehari-Hari

Enam Penemuan Ilmuwan Muslim yang Kita Gunakan Sehari-Hari

BERBAGI

Ahad.co.id- Para ilmuwan muslim sebetulnya berperan banyak membentuk peradaban dunia, mulai dari universitas sampai sikat gigi dibuat oleh mereka. Namun sayangnya sejarah mencatat lain, akhirnya tidak banyak dari kita yang tahu sumbangan berharga muslim bagi dunia saat ini.

Dalam buku 1001 Inventions, tertulis ide dan inovasi yang muncul dari kalangan muslim. Berikut enam penemuan ilmuwan muslim yang luar biasa, yang masih kita gunakan sampai sekarang

1.Kopi

Kopi/mvslim.com

Lebih dari seribu dua ratus tahun yang lalu, para pekerja keras berjuang untuk tetap terjaga dalam menyelesaikan pekerjaan mereka tanpa stimulan apapun. Sampai akhirnya sekelompok kambing milik seorang Arab bernama Khalid, secara tidak sengaja memakan buah yang sekarang mengubah kehidupan.

Ketika kambing-kambingnya merumput di lereng Ethiopia, Khalid memperhatikan mereka menjadi semakin bersemangat setelah memakan buah kopi tertentu. Karena penasaran, Khalid membawa buah itu ke rumah dan direbus dan dibuat minuman, dia menyembut minuman itu dengan “al-qahwa”, yang kemudian populer disebut kopi.

2. Jam

Namanya al-Jazari, pria dari Diyarbakir di Turki Tenggara adalah seorang Muslim yang saleh dan seorang insinyur yang sangat terampil yang melahirkan konsep mesin otomatis. Pada 1206, al-Jazari membuat banyak jam dengan berbagi bentuk dan ukuran.

Sama seperti kita yang hari ini sangat memerlukan jam untuk mengetahui waktu, begitu juga kaum muslimin lebih dari tujuh ratus tahun yang lalu. Al-Jazari tahu, jam itu sangat penting untuk mengetahui waktu. Lewat jam seorang muslim jadi tahu kapan waktunya melaksanakan shalat.

3. Kamera

Ibn al-Haitham merevolusi optik, mengambil subjek dari yang dibahas secara filosofis menjadi sains aktual berdasarkan eksperimen. Dia menolak gagasan Yunani bahwa cahaya yang tidak terlihat memancar dari mata menyebabkan penglihatan, sebaliknya dia menyatakan bahwa penglihatan disebabkan oleh cahaya yang memantulkan suatu objek dan memasuki mata.

Dengan menggunakan ruang gelap dengan lubang jarum di satu sisi dan kain putih di sisi lain, ia membuktikan teorinya. Cahaya masuk melalui lubang dan memproyeksikan gambar terbalik dari benda-benda di luar ruangan pada lembar di seberangnya. Dia menyebut ini “qamara”. Itu adalah kamera obscura pertama di dunia.

4. Sabun

Sabun yang kita pakai untuk membersihkan diri hari ini, merupakan penemuan seorang muslim yang bernama Abubakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi di abad ke 9 Masehi. Jauh sebelum Eropa mengenal alat untuk membersihkan diri ini.

Salah satu penemuan penting ar-Razi adalah ramuan atau racikan untuk membuat sabun batangan. Menurut Ahmad Y Al-Hasan dalam bukunya berjudul, “Teknology Transfer in the Chemical Industries”, kota-kota Islam seperti Nablus (Palestina), Kufah (Irak) dan Basrah (Irak) telah menjadi sentra industri sabun sejak masa-masa itu. Hingga kini, formula dasar untuk membuat sabun yang diciptakan ar-Razi tak pernah berubah, hanya mengalami inovasi dan variasi.

Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman itu, sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Selain itu, ada sabun cair dan sabun batangan. Bahkan, pada masa itu sudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut. Resepnya adalah dengan minyak zaitun dan al-Qali sebagai bahan utama. Bahan lain yang sering digunakan untuk membuat sabun adalah natrun.

Baca juga :   Setelah Tutup Alexis, Pemprov DKI Incar Dua Tempat Ini

5. Peta dan Bola Dunia

Berkembangnya geografi di dunia Islam dimulai ketika Khalifah al- Ma’mun yang berkuasa dari tahun 813 hingga 833 M memerintahkan para ahli geografi Muslim untuk mengukur kembali jarak bumi. Sejak saat itu muncul istilah Mil untuk mengukur jarak. Sebelumnya orang Yunani menggunakan istilah stadion.

Setelah para pakar geografi muslim berkembang. Muncul satu nama yang tak bisa dilepaskan dari sejarah Islam, dialah Syarif Al-Idrisi, sang penemu peta dunia.

Tepat pada tahun 549 H/1154 M, jerih payah al-Idrisi membuahkan hasil dengan rampungnya mega proyek kemajuan ilmu pengetahuan Islam. Kitab ini pun diberi judul Nuzhatul Mustaq Fi Ikhtiroi’ Al-Afaq, salah satu sumber penting dalam ranah ilmu geografi dan sosiologi di dunia.

Ditambahkan di dalam kitab tersebut gambaran peta dunia. Tak lupa al-Idrisi membubuhkan perbatasan dan batas teritori setiap negara dengan teliti berdasarkan panjang, lebar serta jarak yang membentang antar negara dan menyempurnakan apa yang telah dimulai al-Khawarizmi. Ia juga mengukur garis lintang dan garis bujur antar negara dengan bantuan Lauhul Tarsim.

6. Universitas

Salah satu bagian dari universitas Al Qarawiyin

Haus akan ilmu pengetahuan harusnya menjadi sifat umat Islam. Karena dalam Al Qur’an, seorang muslim diminta untuk mencari ilmu, mengamati dan merenungkan apa yang ada di sekitarnya.

Maka tersebutlah namanFatima al-Fihri, seorang wanita muda saliha yang ingin menjadikan Kota Fez di Maroko sebagai pusat pembelajaran. Maka dia membuat pusat belajar komunitas yang disebutnya dengan nama al-Qarawiyin.

Tak perlu waktu lama, al-Qarawiyin berkembang menjadi tempat untuk pengajaran agama dan diskusi politik. Secara bertahap, dia memperluasnya ke semua mata pelajaran, terutama ilmu alam. Karena itu, al-Qarawiyin disebut sebagai salah satu universitas pertama dalam sejarah.

Selain Ilmu alam, ada studi tentang Quran dan akidah, hukum, retorika, penulisan prosa, logika, aritmatika, geografi dan kedokteran. Ada juga tata bahasa, sejarah Muslim, dan unsur-unsur kimia dan matematika. Beragam topik dan kualitas pengajarannya yang menarik menarik para sarjana dan siswa dari seluruh penjuru dunia.

Dibangun pada awal Ramadhan 245 H/859 Masehi, universitas sekaligus masjid ini selesai dua tahun kemudian. Universitas ini, beroperasi hingga 1.200 tahun kemudian.

Daniel Amrullah