Beranda Uncategories Santri Belajar Bisnis dan Bangun Peradaban Melalui Tahfizh Properti

Santri Belajar Bisnis dan Bangun Peradaban Melalui Tahfizh Properti

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Founder Kubik Leadership, Jamil Az Zaini menggelar Grand Launching Tahfizh Properti dengan tema “Persembahan Santri untuk Negeri“. Lembaga ini dibentuk untuk membina kemampuan bisnis para santri penghapal alquran.

Menurut Jamil, dirinya memiliki keinginan tanah dan lahan di Indonesia dikuasai oleh anak negeri sendiri. Oleh karena itu, ia mendirikan Tahfizh Properti yang dikelola oleh para santri penghapal alquran.

“Saya ingin yang menguasai tanah-tanah di Indonesia adalah anak negeri. Santri jangan hanya jadi imam masjid atau tukang baca doa. Saya ingin yang memiliki jutaan hektar lahan adalah santri penghapal alquran, bukan perusak umat,” kata Jamil saat membuka Launching di bilangan Jakarta Selatan, Ahad (13/10/2019).

Makanya, lanjut Jamil, tema launching yang diketengahkan adalah persembahan santri untuk negeri.

“Tanah untuk orang-orang yang hidup untuk akhirat, tapi tidak melupakan rizkinya di dunia.” cetusnya.

Jamil mengungkapkan alasan dirinya memilih bisnis properti untuk para santri. Diantaranya bisnis properti memiliki resiko kecil, dapat membantu umat, dan utamanya membangun peradaban.

Jamil menganalisa bagaimana sebuah lingkungan dapat menundukkan semua manusia dari berbagai latar belakang profesi untuk menaati etika yang berlaku disekitarnya.

“Mau pejabat, mau ketua MPR, kalau tinggal di suatu perumahan harus tunduk dengan aturan perumahan itu. Artinya, properti memunculkan suatu peradaban,” jelasnya.

Soal visi membangun peradaban ini, Jamil juga mengaku terinspirasi dengan para wali di Nusantara. Dalam berdakwah para Wali selalu membangun peradaban melalui pembangunan masjid.

“Saya terinspirasi para Wali mereka tinggal di suatu tempat selalu membangun Masjid. Seperti masjid Kauman, dari sanalah lahir peradaban Islam,” terangnya.

Baca juga :   Human Initiative Bersama DMI Resmikan Masjid di Lombok

Lebih dari itu, Jamil menerangkan bahwa Tahfizh Properti merupakan badan usaha yang digunakan untuk me mberdayakan para santri penghapal alquran. Jamil memiliki lembaga Tahfizh Leadership yang sudah berdiri di 7 kota di Indonesia. Para santi lulus harus lanjut kuliah, namun bila tidak ingin melanjutkan Kuliah mereka harus belajar berbisnis di properti di Tahfizh Properti.

“Mimpi para Santri adalah membangun peradaban mulia,
Target 2030 tahfiz leadership di 30 kota.” katanya.

Keseriusan membangun peradaban melalui bisnis properti ini, imbuh Jamil, terlihat saat baru Grand Launching Tahfizh Properti sudah diamanahi membangun perumahan di samarinda seluas10 hektar, dan di Purwakarta membangun perumah ramah lingkungan sekira 150 unit.

“Kami serius menangani ini, Tahfizh Properti menjadi jalan kami menghapus dosa-dosa dan bertemu Rasulullah.”tandas.

Tahfizh Properti Sekolah Profesi Santri

Senada dengannya, Ahmad Sholahuddin (Asa) Direktur Tahfizh Properti mengungkapkan bahwa lembaganya bukan money oriented tapi juga sebagai media belajar profesi para santri.

Oleh sebab itu, para santri lulusan Tahfizh Leadership ditempatkan di banyak sektor di Tahfizh Properti diantaranya manajemen, keuangan, desain, perpajakan, sambil diberikan bimbingan pelajaran berprofesi.

“Di Tahfizh Properti tempat pemantapan profesi bagi mereka (santri). Bukan difokuskan menjadi developernya tapi fokus profesi masing-masing seperti desain, ya dikuatkan penguasaan desainnya,” jelas Asa.

Dalam kesempatan Grand Launching proyek lahan Tahfizh Santri di Samarinda dibuka investasinya kepada para undangan, kendati baru di launching sejumlah undangan sudah memesan kavling tanah sekira 45 unit. []