Beranda Uncategories Lagi, TNI Baku Tembak Dengan KKSB Papua

Lagi, TNI Baku Tembak Dengan KKSB Papua

BERBAGI
Ilustrasi

Papua, Ahad.co.id- Baku tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua kembali terjadi di Ilaga Muara, Kabupaten Puncak, Papua sejak 15 September 2019.

TNI menerima informasi dari Haji Aris (Koord Ojek Ilaga Muara) bahwa kelompok KKSB melaksanakan pemalangan jalan di Kp. Amunge, Muara dan merampas 7 motor ojek, sementara tukang Ojek berhasil melarikan diri.

TNI yang menerima laporan, menyatakan bahwa KKSB melakukan pemukulan dan pemerasan terhadap warga, disebabkan oleh tidak diterimanya KKSB di daerah tersebut.

Menurut Kapendam Cendrawasih, “terjadi kontak tembak dengan kelompok KKSB selama 30 menit. Posisi tim gabungan TNI berjarak sekitar 150-200 meter dari sasaran dan posisi senjata terbidik. Kelompok KKSB terdadak dan membalas tembakan ke segala arah karena tidak tahu keberadaan TNI, TNI juga melaksanakan pembersihan di lokasi kontak dan sekitar kampung. Hasil dari pembersihan terdapat bercak darah dan adanya jejak melarikan diri ke arah utara serta menemukan 1 buah Telepon Selular merek Samsung dan 2 Charger HT dihonai”.

“Hasil sementara dilapangan ditemukan adanya masyarakat yang mengalami luka-luka berjumlah 6 orang & 1 orang meninggal dunia akibat KKSB. Hasil penilaian di lapangan tidak ada peluru nyasar dan korban meninggal bukan karena tembakan, tambah Kapendam.

Baca juga :   Pemerintah Salurkan Dana Bantuan Renovasi Rumah di NTB

Menurut warga masyarakat di Kampung Olen, KKSB kerap melakukan kekerasan hingga pemerkosaan terhadap masyarakat yang menolak kehadiran mereka, hal ini dibenarkan juga oleh tokoh agama Anis Labene.

Saat ini TNI berkoordinasi dengan aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak dan Petugas Kesehatan Puskesmas Ilaga untuk pelaksanaan proses Evakuasi pengobatan masyarakat yang terluka dan meninggal dunia menuju Puskesmas Ilaga serta pelaksanaan pengamanan tempat pemeriksaan di Puskesmas Ilaga agar tidak muncul adanya pemberitaan yang menyimpang dari fakta di lapangan.

Beny Aprius