Beranda Headline Islam Ajarkan Persatuan, Bukan Separatisme

Islam Ajarkan Persatuan, Bukan Separatisme

BERBAGI

Oleh: HAF Al Batawiy

Ahad.co.id- Dalam sejarah perjalanan Dakwah yang dilalui oleh Rasulullah saw selama kurun waktu 23 tahun, beliau berhasil menegakkan masyarakat yang Islami di Madinah.

Di Madinah semua orang hidup dengan aman dan tenteram, bukan hanya orang islam tapi juga non muslim yang tinggal disana. Kesuksesan ini bisa diraih pastinya dengan pertolongan Allah SWT, bermula dari dikirimnya duta dakwah islam pertama ke Yatsrib sebelum berubah menjadi Madinah yaitu seorang pemuda tampan , tangguh, sabar dan pintar yaitu Mus’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu. Mus’ab bin Umair ra yang bertangan dingin berdakwah ditanah Yatsrib dengan penuh kesabaran hingga terjadi perubahan keyakinan dari jahiliyah berubah total menjadi Islam. Penduduk Yatsrib sebelum kedatangan Islam sering terlibat tawuran, perang antara suku dan konflik horisontal yang berkepanjangan. Ketika Islam datang dan mereka memeluk islam kondisi itu berubah, mereka hidup dengan penuh persahabatan dan saling tolong – menolong.

Firman Alloh SWT

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)

Inilah sejatinya ajaran Islam, yaitu ajaran yang penuh dengan kedamaian, kasih sayang dan penuh dengan keindahan. Ketika Islam masuk bukan kekerasan yang terjadi di negeri Yatsrib tetapi justru sebaliknya yang tadinya ada gejolak peperangan berubah jadi masyarakat yang penuh dengan kedamaian. Ajaran Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu bersatu dan menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara.

Di nusantara tercinta ini umat Islam sudah membuktikan tekadnya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berbagai karya nyatanya. Tidak pernah ada sejarah umat Islam di negeri ini atau daerah yang mayoritas beragama Islam berusaha untuk memisahkan diri dari Republik ini.

Ketika awal negeri ini merdeka dan berdiri secara berdaulat para tokoh Islam bermusyawarah membicarakan tentang dasar negara ini. Para tokoh Islam berdebat sengit agar Indonesia menjadi negara yang berdasarkan ajaran Islam, bahkan ada yang secara tegas menghendaki agar negeri ini menjadi negara Islam.

Dengan mempertimbangkan bahwa negeri ini dihuni oleh masyarakat yang beragam pluralis, maka diputuskan kata sepakat bahwa negeri berdasarkan pancasila. Ini adalah konsensus yang mengikat semua komponen anak bangsa di negeri ini. Dengan hasil seperti para tokoh menerima dengan toleransi yang tinggi. Tidak ada satupun diantara mereka yang berontak dan berusaha memisahkan diri dari Indonesia.

Baca juga :   Ustaz Budhi Setiawan: GNPF Harus Jadi Perekat Elemen Umat

Sejarah gerakan yang dipimpin Kartosuwiryo juga bukan gerakan memisahkan diri dari republik ini. Kalo kita teliti sejarah perjuangan pak Karto justru ingin mempertahankan keutuhan negara ini. Ketika Indonesia dalam kondisi kevakuman pemerintahan maka beliau memproklamirkan Negara Islam Indonesia. Ini dilakukan supaya negeri ini tetap utuh.

Sementara gerakan separatisme, upaya memisahkan diri dari negara kesatuan republik Indonesia adalah kelompok-kelompok dan daerah-daerah yang penduduk islamnya minoritas, sebut saja Timor Timur dan Papua yang terus bergejolak. Ini sebagai bukti bahwa Islam sangat tidak mentolerir dengan segala bentuk perpecahan. Islam tetap menjaga persatuan di tengah-tengah keragaman suku, budaya bahkan keyakinan.

Sejak awal mula, Islam sadar akan makna pluralitas dan kerukunan umat beragama, Islam hadir dengan mengakui hak hidup dan beragama bagi umat beragama lain, di saat kaum Kristen Eropa menyerukan membunuh kaum “heresy” karena berbeda agama. Karen Armstrong memuji tindakan Umar Bin Khatab ra. Dalam memberikan perlindungan dan kebebasan beragama kepada kaum Kristen di Jerussalem tanpa pengrusakan dan pembantaian manusia, bahkan menandatangani perjanjian “Iliya” dengan pemimpin Kristen Jerussalem. Secara tegas Armstrong memuji sikap Umar ra., dan ketinggian sikap Islam dalam menaklukan Jerussalem, yang belum pernah dilakukan para penguasa sebelumnya. Ia mencatat:

“Umar juga mengekspresikan sikap ideal kasih sayang dari penganut agama monoteisik, dibandingkan dengan semua penakluk Jerussalem lainnya, dengan kemungkinan perkecualian pada raja Daud. Ia memimpin satu penaklukan yang sangat damai dan tanpa tetesan darah, yang kota itu belum pernah menyaksikannya sepanjang sejarahnya yang Panjang dan sering tragis. Saat ketika kaum Kristen menyerah, tidak ada pembunuhan disana, tidak ada penghancuran property, tidak ada pembakaran simbol-simbol agama lain, tidak ada pengusiran atau pengambilalihan, dan tidak ada usaha untuk memaksa penduduk Jerussalem memeluk Islam. Jika sikap respek terhadapat penduduk yang ditaklukan dari Kota Jerussalem itu dijadikan sebagai tanda integritas kekuatan monoteistik, maka Islam telah memulainya untuk masa yang Panjang di Jerussalem, dengan sangat baik tentunya”

Bahkan gerakan dengan slogan Khilafah juga sejatinya bukan gerakan separatis tapi adalah sebuah gerakan mempertahankan keutuhan republik ini. Cuma memang dengan nilai dan ideologi yang berbeda, tetapi semangatnya sama yaitu menjaga keutuhan NKRI. Sudah saatnya pemerintah berhenti mencurigai Islam dan umat Islam apapun organisasinya. Tentunya kita sepakat harus memberantas kelompok ekstrim dan radikal apapun agamanya. Hari ini saatnya semua mata untuk memperhatikan dengan seksama terhadap kelompok-kelompok separatisme. Negara tidak boleh mentolerir sedikitpun gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Gerakan seperti ini sudah semestinya disikapi dengan tegas apapun bentuknya termasuk simbol – simbolnya. Negara tidak boleh kalah dengan separatisme.