Beranda Berita Forkami: Kasus GKI Yasmin Bukan Soal Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Forkami: Kasus GKI Yasmin Bukan Soal Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

BERBAGI

Bogor, Ahad.co.id- Merespon pemberitaan di sejumlah media tentang masalah pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor, Forum Komunikasi Muslim Indonesia (Forkami), organisasi yang sejak awal mengawal kasus ini langsung melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya dan sejumlah pihak, pada Selasa (13/8/2019) di Bogor.

Sekretaris Forkami Ari Prabowo yang hadir dalam pertemuan itu menjelaskan, komunikasi langsung dengan Wali Kota Bogor dilakukan untuk mengkonfirmasi apa yang terjadi. Dalam sejumlah pemberitaan, muncul tiga opsi yang sedang dikaji untuk dijalankan. Pertama, IMB baru di lokasi yang sama. Kedua, berbagi lahan untuk masjid dan gereja, dan yang ketiga yaitu relokasi.

“Walikota menyatakan dan mengakui bahwa ketiga opsi tersebut benar adanya, dan sedang proses dilaksanakan dengan syarat tidak ada lagi pengurus GKI Yasmin yang lama, serta hanya melibatkan tim tujuh dari GKI Pengadilan. Semangat yang dibawa oleh Wali Kota adalah menyediakan kebutuhan tempat ibadah baru bagi Jemaat GKI yang sudah semakin banyak jemaatnya dan sudah tidak tertampung di GKI Pengadilan di Jalan Pengadilan Kota Bogor,” jelas Ari kepada Forum Jurnalis Muslim, Rabu (14/8/2019).

Baca juga :   Setelah Salat Jumat, PBNU Kirim Ratusan Pengurus ke Kedubes AS

Kata Ari, opsi pertama yaitu pembuatan IMB baru dengan lokasi yang sama, diakui oleh Wali Kota sebagai pilihan utamanya. Wali Kota beralasan, opsi lainnya yaitu berbagi lahan dan relokasi terlalu sulit. Jika opsi pertama itu diambil, semua proses perijinan untuk menerbitkan IMB baru di lokasi yang sama akan dimulai dari nol.