Beranda Berita Soal Krisis Kashmir, Pakistan Khawatirkan Terjadi ‘Etnic Cleansing’

Soal Krisis Kashmir, Pakistan Khawatirkan Terjadi ‘Etnic Cleansing’

BERBAGI

Islamabad, Ahad.co.id- Tindakan India mencabut otonomi Kashmir diprotes Pakistan. Menurut Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, langkah itu melanggar hukum internasional.

Menurutnya, penghapusan status khusus akan memungkinkan India mengubah susunan demografis negara mayoritas Muslim tersebut. “Saya khawatir (India) sekarang akan melakukan pembersihan etnis di Kashmir,” ujar Khan dilansir BBC, Rabu (7/8/2019).

Kashmir terisolasi sehari setelah India mengumumkan langkah itu, Senin (5/8). Telekomunikasi terputus, media di Kashmir juga dibatasi, dan jam malam diberlakukan. Ini diberlakukan di tengah kekhawatiran bahwa keputusan pemerintah untuk mencabut otonomi, dapat memicu protes skala besar oleh orang-orang yang tidak senang dengan pemerintahan India.

“Mereka akan mencoba menghilangkan penduduk lokal dan membawa orang lain dan menjadikan mereka mayoritas sehingga penduduk setempat menjadi budak,” kata Khan.

Baca juga :   Ini Doa Habib Ali Kwitang untuk Prabowo Subianto

Wilayah Himalaya di Kashmir diklaim seluruhnya oleh India dan Pakistan. Akan tetapi masing-masing negara hanya mengendalikan sebagian darinya.

Terdapat pemberontakan separatis yang berlangsung lama di pihak India, ini menyebabkan ribuan kematian selama tiga dekade. India menuduh Pakistan mendukung pemberontak. Sementara tuduhan itu dibantah oleh Pakistan, menyatakan itu hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada warga Kashmir yang menginginkan penentuan nasib sendiri.

Sebelumnya, kepala militer Pakistan yang berkuasa mengatakan pasukannya berdiri bersama warga Kashmir dalam perjuangan mereka yang adil. Negara tetangga China juga telah menyuarakan oposisi terhadap langkah India. China menggambarkannya sebagai hal yang tidak dapat diterima.