Beranda Berita JAKI Laporkan Kerusuhan 22 Mei ke Mahkamah Kriminal Internasional

JAKI Laporkan Kerusuhan 22 Mei ke Mahkamah Kriminal Internasional

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Koordinator Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) Yudi Syamhudi Suyuti memaparkan ada empat hal yang dapat dilaporkan ke Mahkamah Kriminal Internasional terkait kerusuhan 21-23 Mei 2019.

“Yaitu kejahatan kemanusiaan (The Crime Againts of Humanity), kejahatan agresi (The Crime of Aggression), kejahatan perang (War Crime) dan kejahatan genosida (The Crime of Genocide),” Kata Yudi dalam konferensi pers beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dalam demo menolak keputusan KPU (21-23 Mei 2019) yang menimbulkan kerusuhan, ia menengarai ada dua kejahatan, yaitu kejahatan kemanusiaan dan kejahatan agresi yang dilakukan oleh oknum Brimob.

“Kejahatan di jalanan (Street Crime) pada tragedi 21-23 Mei 2019 tidak mungkin terjadi tanpa ada rantai komando,” kata Yudi didampingi Koordinator Bidang Korban kejahatan Kemanusiaan JAKI, Nelly Siringoringo.

Baca juga :   Komite Milenial Anti Korupsi Dorong KPK Ungkap Dugaan Korupsi Kemnaker

Sebelumnya, tanggal 20 Mei 2019 lalu, JAKI telah mengirim surat kepada presiden Mahkamah Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) yang berkedudukan di Den Haag, Belanda. Surat itu telah diterima Direktur Komunikasi ICC dan diketahui Aliansi Masyarakat Sipil Internasional di 126 negara. Adapun dasar pengiriman surat, karena situasi politik yang terjadi di Indonesia sudah memanas dan kekhawatiran terjadinya kerusuhan.

“Dan benar saja, apa yang kami khawatirkan terjadi,” ujarnya. Maka selanjutnya, JAKI meminta dunia internasional termasuk ICC memantau situasi yang terjadi. “Jika terjadi hal-hal yang berkaitan tentang kejahatan kemanusiaan atau kejahatan agresi, maka kita akan laporkan kembali,” kata Yudi.