Beranda Berita Bahas Perdamaian di Afganistan, Taliban Berencana Kunjungi Indonesia

Bahas Perdamaian di Afganistan, Taliban Berencana Kunjungi Indonesia

BERBAGI

Kabul, Ahad.co.id- Kelompok Taliban yang dipimpin oleh wakil kepala Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar mengunjungi Indonesia untuk membahas perdamaian Afghanistan. Taliban mengirim delapan orang anggotanya.

“Selama kunjungan ini, kami akan membahas hubungan politik yang baik antara dua negara, perdamaian dan tentu masa depan Afghanistan,” kata Baradar, dikutip dari Anadolu, Senin 29 Juli 2019.

Indonesia memang terus menawarkan diri untuk terus mempelopori perdamaian pemerintah Afghanistan dengan Taliban. Akhir bulan ini, Jakarta rencananya akan menjadi tuan rumah Konferensi Ulama cendekiawan Muslim dari Afghanistan dan Pakistan, sama seperti tahun lalu.

Dilaporkan, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga telah bertemu dengan Baradar di Doha, pada Mei lalu untuk membicarakan pertemuan ini.

Sementara itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Desra Percaya juga telah mengunjungi Kabul pada awal bulan ini terkait dengan konferensi tersebut.

Baca juga :   Ribuan Orang Hadiri Ceramah Yusuf Estes di Surabaya

Menurut Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, Desra membahas kemitraan Indonesia dalam proses perdamaian, konferensi ulama dan dialog perempuan di Jakarta yang akan digelar bulan ini.

Di tengah upaya Indonesia untuk mendorong dan mempercepat proses perdamaian Afghanistan, konflik dan perang terus meningkat di negara tersebut.

Baru-baru ini, empat polisi tewas dan 20 lainnya terluka dalam sebuah bom mobil yang meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan Timur.

Saat ini, Taliban dan sejumlah faksi lainnya masih menguasai banyak wilayah di Afghanistan. Talian terus melancarkan gelombang serangan, terutama terhadap aparat keamanan.

Jumat pekan kemarin, delapan orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam ledakan bom di dekat sebuah universitas besar di Kabul. Taliban membantah terlibat dalam ledakan tersebut.

Satu pekan sebelumnya, grup ekstremis Islamic State (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri pada upacara pernikahan di Provinsi Nangarhar.