Beranda Headline Keluarga Remaja Islam BSD Gelar Mabit

Keluarga Remaja Islam BSD Gelar Mabit

BERBAGI

Tangerang, Ahad.co.id- Keluarga Remaja Islam BSD (KARIB) menyelenggarakan acara Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) pada Sabtu-Ahad ini tanggal 22-23 Juni 2019, di Masjid As Syarif (Al Azhar) BSD, Serpong, Tangsel.

Ketua Panitia Acara Mabit Syawal Spesial KARIB, Niko menyatakan, remaja adalah generasi penerus dalam seluruh bidang dan aspek dalam kehidupan, baik itu dalam dakwah, berbangsa, dan bernegara.

Kegiatan Mabit ini akan mendatangkan Qori dari Palestina, Baraa Masoud. Selain itu kajian Islam akan diberikan Ustadz Derry Sulaiman.

Menurut Niko, Karib ingin mensyiarkan bagaimana umat muslim bisa tetap istiqomah dalam beribadah setelah bulan ramadhan berlalu. “Karib ingin agar saudara-saudara sesama muslim senantiasa selalu menguatkan keimanan dan ketaqwaan, meskipun tidak sedang dalam bulan ramadhan,” kata Niko di BSD, Sabtu (22/6).

Kegiatan ini dilakukan Karib bekerjasama dengan Yayasan One Care, FMMB (Forum Masjid Mushola BSD dan sekitarnya), FORSIMA (Forum Silahturahmi Muslimah), dan SUU (Semangat Ummu Umaro’).

Karib adalah forum remaja Masjid di BSD dan sekitarnya yang terdiri dari para remaja yang mempunyai semangat tinggi untuk selalu mensyiarkan Islam dengan berbagai macam kegiatan, baik itu kegiatan peribadatan maupun kegiatan sosial.

Baca juga :   Palestina Belajar Kembangkan Pariwisata dari Indonesia

“Semangat kita jelas, mempererat ukhuwah islamiyah, karena dakwah itu apabila dilakukan berjamaah akan ringan, sebagaimana sholat kita berjamaah, maka begitupun dakwah. Kami punya FMMB sebagai ayah kami, FORSIMA sebagai ibu kami, juga SUU (Semangat Ummu Umaro’),” ujar Niko.

Lebih lanjut Niko mengatakan, perjuangan masih panjang, dakwah kita belum seberapa, dan kita belum ada sejengkal dari perjuangan dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW.

“Nabi Muhammad SAW kerap hujat, dicaci, bahkan diperangi dalam perjuangan dakwahnya di tengah segala keterbatasan yang ada pada zaman itu. Sebaliknya kita, hampir tidak ada keterbatasan berarti di zaman sekarang, semua informasi terbuka hampir setiap hari. Tidak ada lagi jarak yang tidak bisa kita tempuh, tidak ada akses yang tidak terbuka, maka apa yang menghalangi kita untuk berdakwah sesungguhnya ?,” ungkap Niko.

Tjahja Gunawan