Beranda Gaya Hidup Khansa Syahla, Pendaki Cilik Indonesia yang Taklukan Puncak Kilimanjaro

Khansa Syahla, Pendaki Cilik Indonesia yang Taklukan Puncak Kilimanjaro

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Namanya Khansa Syahlaa, pendaki perempuan cilik berusia 13 tahun asal Cibubur ini kembali meneruskan petualangannya pada bulan Juni 2019. Bersama sang ayah, ia berhasil menjejakan kaki di puncak Gunung Kilimanjaro 5.895 m di Tanzania. Gunung tertinggi di benua Afrika bagian dari 7 summit dunia.

Siswi kelas 7 An Nahl Islamic school Cibubur ini mengambil rute Machame yg memakan waktu 7 hari perjalanan. Khansa melintasi medan dengan hutan hujan yg lebat, jalan berbatu dan berpasir serta salju abadi di puncak.

Hujan yang mengguyur setiap hari dan udara yg dingin sempat menyebabkan Khansa mengalami mual dan muntah pada pendakian hari ke-2 di Sierra Camp 2.750 m saat
aklimatisasi atau penyesuaian tubuh di atas ketinggian.

“Saya sempat berpikir untuk menunda bahkan menghentikan pendakian, namun melihat tekad dan semangat Khansa yang kuat akhirnya ia memutuskan untuk  melanjutkan perjalanan,” kata Ayah Khansa, Aulia Ibnu.

Kilimanjaro tidak memerlukan tehnik pendakian yang khusus, akan tetapi perjalanan menanjak dilakukan memutar guna aklimatisasi karena tingginya gunung tersebut. Hanya satu lokasi yang membutuhkan tehnik pendakian khusus yaitu di Baranco Wall yang cukup terkenal di mata para pendaki.

“Di sana Khansa harus menggunakan tehnik scrambling atau jalan merayap naik di dinding gunung yang curam dengan hati-hati sampai di ketinggian 4.600 m,” jelas Aulia.

Strategi dalam pendakian menuju puncak juga mereka perhitungkan dengan matang. Ada tiga tim dari negara lain yang juga mengejar summit dari Baravu Camp 4.673 m atau camp terakhir sebelum puncak, yaitu dari Amerika, Cina dan India.

Mensiasati udara dingin dan menjaga Khansa agar tidak terkena AMS (Acute Mountain Sickness), tim tidak mengejar sunrise. Mereka bergerak setelah ketiga tim dari negara lain berangkat untuk menghindari antrian di Uhuru Peak dan juga  berdasarkan observasi cuaca yang biasanya cerah jam tujuh hingga sembilan pagi. Khansa pun berhasil meraih puncak pada pukul 8.45 waktu setempat.

Baca juga :   Islam Konotasi

Saat ini sudah dua puncak gunung tertinggi di dunia yg berhasil dicapai Khansa, puncak Kilimanjaro 5.895 .dan puncak Cartenz pyramide 4.848 m pada 2017. (Hingga sekarang rekornya di Carstenz sebagai pendaki perempuan termuda dunia masih dipegangnya).

Tersisa lima puncak gunung tertinggi lainnya untuk diraih. Kini selain program 7 summit dunia, Khansa juga tengah menjalankan program 7 longest hiking trail Indonesia mountain, sudah tiga puncak yang sudah berhasil digapainya, puncak Leuser di Aceh, Puncak Gandang Dewata di Sulawesi Barat serta puncak Argopuro di Jawa timur.

Semasa persiapan Khansa memang mesti berlatih fisik dan mental secara tekun. Selain rutin berlari, naik-turun tangga, push up, sit up dirinya juga melakukan pendakian satu hari atau yg disebut tektok di Gunung Gede dan Pangrango Jawa Barat, Gunung Arjuno dan Welirang di Jawa Timur serta Gunung Sindoro-Sumbing-Slamet di Jawa Tengah untuk meningkatkan daya juang dan menaikan mental bersama ayah dan adik laki-laki kesayangannya yang masih duduk di bangku klas 1 SD

Kilimanjaro

Kilimanjaro adalah gunung api yg sudah tidak aktif. Di sini pendaki bisa merasakan hampir semua iklim di dunia. Puncaknya bahkan diselimuti salju abadi meski terus mencair. Terletak di Tanzania, Kilimanjaro merupakan gunung tertinggi di benua Afrika dan menempati peringkat keempat dalam konsep 7 summit dunia versi Reinhold Messner seorang mounteneering ternama. Gunung lainnya adalah Everest 8.848 m di Nepal, Aconcagua 6. 961m di Argentina, Denali 6194 M di Alaska, Elbrus 5642 m di Rusia, Vinson 4.892 m di Antartika dan Carstenz 4.884 m di Indonesia.

Hasbi Syauqi