Beranda Mimbar Ijtima Ulama dan Pertemuan di Rumah Habibie, Mana Lebih Penting ?

Ijtima Ulama dan Pertemuan di Rumah Habibie, Mana Lebih Penting ?

BERBAGI

Oleh: Tjahja Gunawan
(Penulis Wartawan Senior)

Di saat para ulama sedang mengadakan pertemuan di Sentul Bogor dalam forum Ijtima Ulama III, pada saat yang bersamaan juga berlangsung pertemuan sejumlah tokoh di rumah Presiden RI ke 3 Prof Dr BJ Habibie di Kawasan Patra Kuningan Jakarta, Rabu (1/5).

Mereka yang mendatangi Habibie, diantaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, istri almarhum Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid beserta putrinya, Alissa Wahid,
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid (Gus Solah), rohaniwan Frans Magnis Suseno dan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Sebagaimana diberitakan portal berita okezone, dalam sambutannya Mahfud MD menyatakan bahwa kedatangan para tokoh untuk mendiskusikan situasi terkini. “Mudah-mudahan nanti masyarakat Indonesia bisa mendapat pesan,” kata Mahfud.
Pertemuan semacam ini mengingatkan Saya pada pertemuan sejenis yang juga digagas para tokoh bangsa di ujung era pemerintahan Soeharto sekitar tahun 1997-1998. Ketika itu pertemuan melibatkan empat tokoh bangsa yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Deklarasi Ciganjur 1998 adalah salah satu tahap paling menentukan dalam proses awal reformasi.

Baca juga :   Ngebut 100 km/jam Dengan Satu Gigi, Konyol!

Lewat tanda tangan empat tokoh di atas, perubahan politik dengan mekanisme konstitusi serta penyelesaian fragmentasi serta persaingan kepemimpinan pendukung gerakan reformasi berhasil dilaksanakan. Singkat cerita, setelah Soeharto menyatakan mundur pada bulan Mei 1998, kemudian MPR-RI mengangkat Wakil Presiden waktu itu BJ. Habibie sebagai Presiden RI ke 3. Meskipun tidak lama menjadi Presiden, namun menjelang pergantian Habibie tahun 1999 tetap menimbulkan ketegangan politik.