Beranda Berita Kembangkan Toleransi, Republik Ceko Beri Medali Perak untuk Sekolah Fajar Hidayah

Kembangkan Toleransi, Republik Ceko Beri Medali Perak untuk Sekolah Fajar Hidayah

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Duta Besar Republik Ceko Ivan Hotek memberi medali perak penghargaan kepada Sekolah Fajar Hidayah dikediaman Dubes Ceko di Jl. Imam Bonjol no. 23, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/2/2019.

Penghargaan tersebut diberikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Ceko melalui Kedubesnya di Jakarta. Penyerahan diberikan langsung oleh Dubes Ceko kepada Ketua Yayasan Fajar hidayah Mirdas Eka Yora.

Penghargaan silver medal diberikan kepada Sekolah Fajar Hidayah sebagai bentuk apresiasi atas kiprah sekolah tersebut dalam mengembangkan toleransi kemanusiaan, pendidikan dan pembinaan anak yatim.

“Disamping itu, Ceko terkesan dengan penanaman wawasan global pada anak, terkait pentingnya berkolaborasi dan bersinergi, pentingnya terbuka dengan semua pihak, menghasilkan sesuatu yang sangat positif,” kata Mirdas kepada awak media.

Selain dengan Ceko, Fajar Hidayah juga sudah bekerjasama dengan sejumlah negara lainnya, kerjasama itu bertujuan mengenalkan Islam sebagai Rahmatan lil alamin, rahmat bagi manusia, hewan dan alam keseluruhan.

“Jadi kita ingin meluruskan konsep ini(Rahmatan lil alamin), karena Islam menawarkan keindahan, keindahan dimulai dari keterbukaan dan saling mengenal saling menghilangkan prejudice, sisi-sisi yang keliru,” cetusnya.

Konsep pendidikan yang diterapkan Fajar Hidayah, lanjutnya, anak-anak diajak mengenal suatu negara dengan utuh. Kegiatan belajar dibuat secara holistik tidak textbook, anak didik mengeksplorasi sisi kuliner, budaya, dan lainnya. Kegiatan didisplay sedemikian rupa untuk mengeksplorasi sisi budaya, bahasa, sains dan lainnya di semua level dari TK sampai SMA.

“Jadi, itu disebut pelajaran terintegrasi, salah satu inspirasi kurikulum 13 itu Fajar Hidayah, karena konsep kita membuat anak itu banyak idenya, keluar imajinasinya yang tercermin dalam kelas kelas tadi,” ujar Mirdas.

Menurut Mirdas, Dubes Ceko juga menjadikan Indonesia sebagai cermin negara Islam modern yang siap terbuka bekerjasama dengan pihak luar. Melalui Fajar Hidayah Dubes Ceko mencoba meluruskan persepsi tentang Islam ke negaranya.

Baca juga :   Sejak Tahun 2011, Sudah 331 Ribu Orang Tewas di Suriah

“Beberapa bulan lalu, Dubes (Ceko, red) mengirim televisi Ceko khusus untuk meliput Fajar Hidayah, meluruskan persepsi keliru tentang Islam di negara-negara Skandinavia,” katanya.

Fajar Hidayah sendiri tidak punya hubungan khusus dengan Republik sebelumnya. Fajar Hidayah berkenalan dengan Kedutaan Ceko secara normal bertemu dalam sebuah event.

“Kita biasanya menembus kedutaan langsung untuk bekerjasama tanpa meminta biaya apapun, shakehand policy, jadi semua merasa happy, diri sama tinggi duduk sama rendah,”jelas Mirdas.

Di awal-awal perkenalan, Fajar Hidayah mengajak Dubes Ceko berkunjung ke Aceh, di sana ternyata Dubes sangat senang dan nyaman. Persepsi Dubes tentang Aceh menjadi sangat positif.

“Dia (dubes,red) sangat impress dengan Aceh, kita bawa ke Pulau Sabang, dia akhirnya terbuka Aceh memang negeri syariat tapi sangat ramah dan nyaman tidak ada yang perlu dikhawatirkan,”terang Mirdas.

Missi Fajar Hidayah dalam hal ini, sambung Mirdas, adalah pendidikan, budaya, mengenalkan hubungan internasional dengan skala yang luas, kemudian memgenalkan persepsi toleransi yang benar dalam Islam.

“Karena toleransi itu prinsip di tengah dalam Islam, bukan pinggiran,”ucapnya.

Mirdas menerangkan penghargaan medali perak diberikan kepada Fajar hidayah sebagai penghargaan spesial dalam bidang kemanusiaan pada sisi toleransi kemanusiaan, dan hubungan kerjasama yang terbuka antar negara.

“Dan dalam mendidik pada anak-anak bahwa kolaborasi itu adalah sesuatu yang harus diusahakan bersama-sama,”katanya.

Dalam kesempatan itu, Dubes Ceko juga memberikanpenghargaan kepada siswa dan siswi dari sejumlah sekolah atas karya foto dan gambar krayon yang menginspirasi.

Bilal