Beranda Headline Jokowi Mempermainkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

Jokowi Mempermainkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

BERBAGI

Oleh: Tjahja Gunawan
(Pemimpin Redaksi AHAD.CO.ID)

Ahad.co.id– Pada acara debat Pilpres Kamis (17/1) lalu, Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa label terorisme sering disematkan kepada umat Islam. Bahkan, kata Prabowo, kegiatan terorisme seringkali dikendalikan pihak asing.

Sehari setelah acara debat tersebut, tiba-tiba viral di berbagai sosial media tentang kabar pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dari Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kabar di medsos tersebut ternyata benar setelah Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra selaku penasehat hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, mengumumkan secara resmi soal rencana pembebasan Ustaz ABB. Yusril menyebutkan dasar pertimbangan untuk membebaskan Ustaz ABB adalah faktor kemanusiaan karena yang bersangkutan sudah berusia 81 tahun.

Sebagian kalangan umat Islam menyatakan gembira dan bersyukur atas rencana pembebasan tersebut karena Ustaz ABB dalam kapasitasnya sebagai ulama adalah milik umat dan bukan hanya milik kelompok tertentu.

Namun sebagian lagi menilai bahwa ada atau tidak ada keputusan politik dari Jokowi, Ustaz ABB memang sudah seharusnya menjalani pembebasan bersyarat.

Dianulir Wiranto

Hingga bulan Desember 2018 lalu, Ustaz ABB telah menjalani 2/3 masa hukuman sehingga sudah bisa mendapatkan pembebasan bersyarat.

Ustaz ABB divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2011 lalu. Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng itu, dijatuhi hukuman lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Ditengah ramainya pemberitaan tentang rencana pembebasan Ustaz ABB, tiba-tiba pada Senin sore (21/1), Menko Polhukam Wiranto mendadak mengadakan konferensi pers. Dia menyatakan rencana pembebasan Ustaz ABB akan ditinjau lebih lanjut.

Lagi-lagi masyarakat masyarakat menyaksikan adanya miskoordinasi di dalam Pemerintahan Jokowi. Entah sudah ke berapa kali silang sengkarut pernyataan dan tumpang tinding kewenangan diantara para menteri, bawahannya Presiden Jokowi ini. Kalau beberapa waktu lalu Presiden Jokowi membatalkan rencana kenaikan BBM (premium) yang sudah dipersiapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jonan, kali ini justru kebalik dimana rencana kebijakan Presiden Jokowi untuk membebaskan Ust ABB dianulir oleh Menko Polkam Wiranto.

Baca juga :   Muhammadiyah Tangsel Mengokohkan Ukhuwah Umat untuk Kejayaan Bangsa Indonesia

Masih banyak contoh lain dimana produk kebijakan pemerintah yang batal dilaksanakan atau menjadi obyek kritik masyarakat hanya karena kurangnya koordinasi dan komunikasi diantara para pejabat terkait. Sementara Presiden Jokowi cenderung membiarkan persoalan penting menggantung begitu saja.

Hal itu terlihat misalnya dalam kebijakan impor pangan. Sebagian besar masyarakat melihat adanya perbedaan kebijakan dalam impor pangan antara Menteri Pertanian Amran Sulaeman dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Satu sisi, Mendag yang nota bene merupakan pengurus inti Partai Nasdem, bernafsu untuk mengimpor hampir semua komoditi pangan. Sebaliknya Mentan berkeras untuk mengurangi impor terutama beras karena stok di Bulog mencukupi. Akhirnya terjadilah konflik kepentingan disitu.

Mempermainkan Ulama

Kembali pada batalnya rencana untuk membebaskan Ustaz ABB. Kebijakan ini bukan hanya menunjukkan lemahnya kepemimpinan Jokowi tetapi juga dengan kasat mata rezim ini telah mempermainkan Ustaz ABB.

Motif politik di balik rencana untuk membebaskan Ustaz ABB sangat kental sekali. Sebab kalau benar rencana kebijakan tersebut didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan, mengapa baru sekarang dilakukan menjelang Pilpres 2019 ?

Batalnya pembebasan Ustaz ABB bisa menambah rasa kecewa Umat Islam. Betapa tidak, bulan Desember 2018 mantan Dirut Bank Century Robert Tantular sudah mendapat bebas bersyarat. Potret hukum seperti ini bisa menambah rasa ketidakadilan dalam masyarakat.

Alih-alih mau merangkul umat Islam dengan memberi harapan palsu kepada Ustaz ABB, kekuatan dan dukungan masyarakat kepada Jokowi semakin tergerus. Masihkan kita percaya pada calon Presiden PHP ?
Tabik