Beranda Berita Cerita Memilukan dari Dalam Penjara Uighur

Cerita Memilukan dari Dalam Penjara Uighur

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Seorang mantan tahanan pemerintah Cina yang disangka etnis Uighur, Ulbahar Cililova memaparkan pengalaman pahitnya selama lebih dari satu tahun terpenjara di kamp reedukasi.

Pebisnis yang kerap melakukan perjalanan bisnis Kazakhstan-Cina selama 20 tahun ini ditangkap Pemerintah Cina pada Mei 2017. Sejak saat itu, ia dimasukkan ke kamp reedukasi di Xinjiang dengan dugaan bahwa Gulbahar adalah etnis Uighur.

“Ketika saya berada di kamp tersebut, saya dimintai KTP Cina saya. Saya memberi tahu mereka bahwa saya adalah orang asing dan bahwa saya tidak melakukan kesalahan,” kata Gulbahar, yang merupakan Warga Negara Kazakhstan, dalam diskusi yang digelar Aksi Cepat Tanggap di Jakarta, Sabtu (12/1).

Namun demikian, imbuh Gulbahar, ia terus diinterogasi identitas Uighurnya selama lebih dari satu tahun.

Baca juga :   Pikat Wisatawan Halal, Riau Gelar Triathlon Sunah

Selama penginterogasian tersebut, Gulbahar dikurung dalam ruangan yang pengap, berukuran 7x6x3 meter. Di ruangan itu ia kerap melihat tahanan Uighur disiksa hanya karena gerak-gerik yang menunjukkan seperti mereka mau beribadah.

“Kepala menengok ke kanan dan ke kiri saja, dianggap melakukan salat. Atau mengusap muka, dianggap habis berwudu. Karena gerakan itu, mereka dihukum seperti kaki mereka diberi pemberat seberat 5 kilogram. Ada juga yang kuku-kuku mereka dicabut dan bentuk represi lainnya yang membuat saya stress,” kenang Gulbahar pilu.

Depresi melihat penyiksaan itu semua, Gulbahar empat kali dilarikan ke rumah sakit tahanan yang kondisinya sangat tidak layak. Kisahnya, di rumah sakit itu juga terdapat tahanan seumur hidup atau tahanan Uighur yang dijatuhi hukuman mati.