Beranda Berita Kecam RRC, PA 212 Minta Pemerintah Salurkan Aspirasi Pro-Uighur

Kecam RRC, PA 212 Minta Pemerintah Salurkan Aspirasi Pro-Uighur

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Pengurus DPP Persaudaraan Alumni 212 mengutuk intimidasi, diskriminasi dan penzaliman yang dilakukan oleh rezim komunis Tiongkok/China terhadap muslim Uyghur di Turkistan Timur.

“Kami mengutuk keras terhadap pemerintahan komunis Tiongkok/China atas penindasan terhadap Muslim Uygur di Provinsi Xinjiang, RRT. Seperti diberitakan media internasional, bahwa Muslim Uygur di Provinsi Xinjiang mengalami penyiksaan,intimidasi,diskriminasi, pengucilan, penangkapan dan pelarangan menjalankan ajaran agama,” kata Ketua PA 212,Slamet Maarif dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Menurut Slamet, perbuatan yang dilakukan oleh rezim Komunis Tiongkok/China tersebut merupakan pelanggaran nyata atas Hak Asasi Manusia, dan hukum international.

“Kami menegaskan adanya kebebasan beragama bagi segenap manusia. Maka Muslim Uygur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang harus memiliki dan diberikan kebebasan menjalankan ajaran agamanya,”ujarnya.

PA 212 juga mendesak Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dan PBB dan Komnas HAM RI untuk menyelamatkan nasib Umat Islam Uygur dan bersikap tegas terhadap Rezim komunis Tiongkok/China untuk memberikan hak-hak sipil bagi mereka.

Baca juga :   Status Jerusalem: Donald Trump Sedang Membuat Ribuan “Hot Spot”

“Dan secara khusus meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk dapat menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah Komunis Tiongkok/China dan membela nasib umat Islam Uyghur,” jelas Slamet.

PA 21w menyerukan kepada umat Islam sedunia umumnya dan khususnya Umat Islam Indonesia untuk melakukan gerakan solidaritas dengan menyalurkan bantuan dan pertolongan bagi saudara-saudara Muslim Uyghur melalui cara-cara yang memungkinkan.

PA 212 juga mendesak kepada pemerintah RI untuk segera mungkin mendorong pemerintah Tiongkok/China agar memberikan kemerdekaan kepada Uyghur.

“Atau mengusir Dubes China/Tiongkok dari Indonesia apabila tidak mau memberikan kemerdekaan pada muslim Uyghur,”tandasnya.

Bilal