Beranda Berita Soal Fatwa Haram Pilih Jokowi, GNPF: HRS Tidak Langgar UU Pilpres

Soal Fatwa Haram Pilih Jokowi, GNPF: HRS Tidak Langgar UU Pilpres

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Pasca Reuni Akbar Mujahid 212 yang Allah berkahi dan berlangsung tertib serta damai, menurut GNPF-Ulama berkembang dinamika dan berbagai pemberitaan dengan segala ragam tema dan tendensinya.

Diantaranya, ada pihak yang mempersoalkan bagian dari pidato Habib Muhammad Rizieq Shihab, khususnya tentang menyatakan haram untuk memilih Jokowi.

GNPF-Ulama menegaskan hal itu merupakan Fatwa Habib Rizieq Shihab
sebagai Imam Besar Ummat Islam kepada pengikutnya, fatwa itu tidak mengikat dna memaksa, sehingga seharusnya tidak perlu dipersoalkan.

“Habib Rizieq memberikan kebebasan bagi yang mengikutinya untuk menjalankan atau tidak,” kata Ustaz Ketua GNPF-Ulama, Yusuf Muhammad Martak dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Oleh karena itu, GNPF mempersilahkan bagi kubu petahana untuk membuat fatwa juga, yaitu wajib pilih Jokowi dan hal itu sah-sah saja.

GNPF menolak bila dikatakan Habib Rizieq Shihab diduga melakukan Kampanye karena mengeluarkan fatwa tersebut. Sebab, fatwa itu tidak melanggar UU Pilpres atau
aturan KPU.

Baca juga :   Ini Isi Pidato UBN di Multaqo Al Quds Amanati Istanbul

“Sebab HRS bukan Capres, bukan Cawapres, bukan Caleg, bukan Tim Sukses, Bukan
Panitia Reuni 212 dan bukan pula peserta Reuni 212,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan itu, GNPF juga merespon sejumlah isu terkini seperti pemblokiran berita Reuni 212 oleh media, penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith serta, apresiasi kepasa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas izin acara tersebut.

Bilal