Beranda Berita Pemuda Muhammadiyah: #JanganSuriahkanIndonesia, Tidak Boleh Politis

Pemuda Muhammadiyah: #JanganSuriahkanIndonesia, Tidak Boleh Politis

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menilai tanda pagar #JanganSuriahkanIndonesia yang sempat menjadi trending topic tidak masalah selama tidak bermotif politik menjelang Pilpres 2019.

Tanda pagar itu sendiri diklaim punya semangat untuk menjaga keutuhan NKRI dari kehancuran akibat politisasi agama.

“Himbauan ‘Jangan Suriahkan Indonesia’ boleh-boleh saja, asal itu sesuatu yang murni, benar-benar belajar dari tragedi di Suriah. Tapi, saya melihat hastag itu cenderung berafiliasi ke salah satu kandidat Pilpres,” kritik Pedri saat dihubungi ahad.co.id, Senin (12/11/2018).

Maka, lanjut Pedri, patut diduga hastag ini justru ingin menyuburkan isu pertentangan SARA, seperti ingin memelihara ketegangan, menyudutkan pihak tertentu dan mengambil keuntungan politik elektoral.

Lebih dari itu, katanya lagi, hastag ini juga diramaikan oleh akun anonim. Seolah ingin memaksakan sebuah ilusi untuk membangun opini sesat. Sebab, imbuhnya, kondisi di Suriah beda jauh dengan Indonesia, banyak kepentingan internasional yang diduga bermain di sana, bukan soal politisasi agama.

Baca juga :   Dianggap Menganggu, China Turunkan 1.000 Pengeras Suara di Masjid

“Di Indonesia masyarakat hanya menuntut keadilan tidak lebih. Tapi, kemudian dipelintir menjadi seolah-olah ingin mengacaukan negara. Tidak cinta NKRI dan segala macam diksi-diksi yang dipaksakan,”ujarnya.

Jadi, sambung Pedri, jangan terlalu membesar-besarkan kondisi di Indonesia. masyarakat Indonesia sangat arif dan bijaksana, kuncinya adalah buktikan Cinta Indonesia dengan menegakkan keadilan di semua bidang.

“Pastikan semua sumberdaya alam untuk kemakmuran rakyat. Jabatan negara tidak untuk dibagi-bagi tapi itu amanah untuk menolong rakyat,” tandasnya.

Bilal