Beranda Berita Pengamat: Tagar #JanganSuriahkanIndonesia Propaganda Politis

Pengamat: Tagar #JanganSuriahkanIndonesia Propaganda Politis

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id – Pengamat Intelijen dan Terorisme, Harits Abu Ulya menilai tanda pagar (tagar) #JanganSuriahkanIndonesia adalah sebuah propaganda Politis.

“Ini upaya menebar ketakutan dan memonsterisasi semua geliat kaum islamis di Indonesia,” katanya dalam keterangan resminya kepada Ahad.co.id, Senin (5/11/2018).

Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu menilai dengan propaganda itu, sepertinya hendak menutup segala bentuk ketidakadilan rezim terhadap umat Islam pada banyak kasus. Dan membuat “penjara” tuduhan kepada kaum islamis di Indonesia sebagai pihak yang salah dan menjadi sumber kegaduhan.

Padahal, lanjut Harits, sejatinya sumber primer kegaduhan adalah negara yang tidak hadir menegakkan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat.

“Saya menduga kuat itu propaganda murahan berbayar. Propaganda yang sarat muatan fitnah; sangkaan keji kepada umat Islam yang menuntut keadilan,”ujarnya.

Harits menduga dibalik itu semua bisa jadi terkait konstestasi pilpres 2019. Ada pihak tertentu yang ingin membuat citra capres-cawapres tertentu seolah-olah didukung oleh kelompok yg mereka labeli radikal. Dengan begitu, katanya lagi, bisa mengalienasi (mengucilkan) capres-cawapres tertentu dari ceruk suara konstituen yang mengambang dan abangan.

Baca juga :   Rakyat Palestina Pesimis Akan Peran AS Dalam Perdamaian Timur Tengah

“Menurut saya, ini propaganda jahat dan sampah, menciptakan ketakutan imaginatif hanya berdasarkan asumsi-asumsi tidak berdasar. Tragedi yang ada di Suriah sangat kompleks, tidak bisa di analogikan dengan kondisi Indonesia. Jadi tagar (propaganda) tersebut manipulatif terhadap realitas Suriah. Dan sarat dengan kepentingan politis,” tandasnya.

Bilal