Beranda Berita Walau Diintimidasi, Deklarasi Kebangsaan di Tangsel Tetap Dilaksanakan

Walau Diintimidasi, Deklarasi Kebangsaan di Tangsel Tetap Dilaksanakan

BERBAGI

Tangerang, Ahad.co.id– Aparat kepolisian diduga menekan lurah, dan para Ketua Rukun Tetangga serta Rukun Warga (RT/RW) di daerah Buaran, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten untuk menolak pelaksanaan acara Deklarasi Kebangsaan yang akan digelar, Ahad besok (23/9).

“Sebelumnya para Ketua RT/RW mendukung acara penyampaian aspirasi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dalam acara Deklarasi Kebangsaan. Namun setelah mereka beberapa kali dipanggil ke Kantor Polres Tangsel, mereka akhirnya menandatangani penolakan acara tersebut,” kata tokoh masyarakat Buaran, Julham, Jumat malam (22/9).

Tadi malam para Ketua RT dan RW kembali dipanggil Polres Tangsel dan didampingi oleh Jurham yang juga Ketua Bamus Tangsel, organisasi tempat berhimpunnya sejumlah Ormas di Tangsel.

Baca juga :   Pristac Gelar Wisuda Angkatan Pertama, Ini Deretan Prestasi Santrinya

“Mereka terus ditekan polisi. Padahal, sebelumnya polisi sudah berjanji akan mendukung acara Deklarasi Kebangsaan asal waktunya dimundurkan dari semula tanggal 16 September menjadi 23 September 2018. Kita mengalah, sekarang aparat meminta kita untuk membatalkan acara tersebut dengan alasan macam-maacam ,” kata Suparman, Koordinator Lapangan Aksi Deklarasi Kebangsaan.

Sepanjang pemantauan Ahad, aparat kepolisian baik yang berseragam maupun intel yang berpakaian sipil, sudah berjaga-jaga di lokasi acara Deklarasi Kebangsaan di Lapangan Sepak Bola, Kampung Jati, Buaran.

Bahkan hari ini, polisi sudah memasang tenda di lokasi acara Deklarasi Kebangsaan. Suparman dan elemen masyarakat termasuk kalangan emak-emak, tidak habis pikir dengan upaya aparat untuk mencegah acara Deklarasi Kebangsaan.