Beranda Berita Tahun 2024 Biofarma Targetkan Produksi Vaksin Halal

Tahun 2024 Biofarma Targetkan Produksi Vaksin Halal

BERBAGI
Ilustrasi

Jakarta, Ahad.co.id- Terkait polemik vaksin measles rubella (MR) di masyarakat, PT Bio Farma menargetkan tahun 2024 pihaknya dapat memproduksi Vaksi MR halal.

“Target kami tahun 2024 nanti harus menemukan vaksin MR yang halal,” kata Direktur Utama Bio Farma Rahman Roestan di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Sebagai salah satu BUMN, Bio Farma sendiri memiliki forum riset peneliti untuk memastikan vaksin terbuat dari bahan atau material halal. Pembuatan vaksin perlu proses panjang, menghabiskan waktu dan sulit.

Vaksin MR yang ada saat ini terbuat dari material yang tidak halal. Meski demikian Rahman optimis Bio Farma bisa memenuhi target memproduksi vaksin di tahun 2024.

“Produksi vaksin itu perlu waktu lama, antara 15 hingga 20 tahun. Tapi kita sangat optimis bisa memproduksi vaksin MR ini di 2024,” katanya.

Menurut Rahman, angka tersebut merupakan target optimistis. Pasalnya, memproduksi sebuah vaksin perlu proses panjang, sulit dan butuh waktu lama.

“Satu material vaksin itu harus lewati tahap uji pre klinis terhadap hewan, fase 1, 2, 3 pada manusia, baru bisa diregistrasikan (ke BPOM),” paparnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di luar Pulau Jawa jauh di bawah target. Hingga 17 September 2018, pemberian imunisasi berada di angka 49,07% dari target 85%.

Baca juga :   Israel Siapkan UU yang Bolehkan Tahan Jenazah Syuhada Palestina

Beberapa provinsi yang cakupan imunisasi MR di bawah rata-rata nasional antara lain Aceh, Riau, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur. “Di luar Pulau Jawa rata-rata cakupan imunisasi MR masih 50%-an,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan vaksin MR dari India tidak halal karena mengandung bahan babi. Namun, fatwa MUI No.33 tahun 2018 telah membolehkan penggunaan vaksin MR untuk imunisasi dikarekanakan kondisi darurat.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat belum imunisasi diduga karena ragu akan kehalalannya.

Hasbi Syauqi