Beranda Ekonomi Fintech Berpeluang Biayai Pengembangan Produk Halal di Indonesia

Fintech Berpeluang Biayai Pengembangan Produk Halal di Indonesia

BERBAGI
Ilustrasi

Jakarta, Ahad.co.id- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong teknologi finansial dalam pembiayaan pengembangan produk halal di Indonesia. Sebab, potensi Indonesia menjadi bagian dari halal supply chain dunia sangat besar.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro mengungkap Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara produsen produk halal sekaligus konsumennya. Dengan demikian, perlu adanya perencanaan matang dalam membangun industri halal melalui pembiayaan halal seperti perbankan syariah dan teknologi finansial (tekfin).

“Indonesia berpeluang menjadi pasar produk halal terbesar di dunia sekaligus menjadi produsen produk halal. Indonesia berada di posisi strategis bagi halal superhighway link dalam global halal supply chain. Data terkini mencatat ekspor produk halal Indonesia mengalami peningkatan sebesar 19,2% pada 2017, dari tahun sebelumnya yang besarnya US$29,7 milIar,” ungkapnya, seperti dikutip Rabu (19/9/2018).

Baca juga :   BKPP Jawa Barat Launching LAZ Gema Indonesia Sejahtera

Menurutnya, apabila perkembangannya terus didorong, industri halal akan membuka peluang dan berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan pasar keuangan syariah di masa yang akan datang. Bambang menambahkan institusi keuangan syariah dapat berkontribusi mendorong industri halal di indonesia.

“Perusahaan dan pengusaha industri halal membutuhkan pendanaan syariah untuk menjalankan bisnisnya, sehingga ke-halal-an produk yang diproduksi memang benar-benar sesuai syariah, baik dari bahan maupun instrumen keuangannya. Status halal suatu produk tidak hanya dilhat dari bahan penyusunnya, namun mencakup keseluruhan proses dalam penciptaan produk halal tersebut,” jelasnya.