Beranda Headline Pemerintah Salurkan Dana Bantuan Renovasi Rumah di NTB

Pemerintah Salurkan Dana Bantuan Renovasi Rumah di NTB

BERBAGI
Presiden Jokowi bersama TGB Zainul Majdi temui warga terdampak gempa NTB. Foto : Istimewa.

Nusa Tenggara Barat, Ahad.co.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan dana bantuan untuk perbaikan rumah korban terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dana bantuan dalam bentuk tabungan ini disalurkan di Kelurahan Pemenang Baru, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara kepada penghuni 5.293 rumah rusak pada Ahad (2/9).

Jokowi berharap masyarakat bisa langsung mulai bekerja untuk perbaikan rumah untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan.

“Kita ingin agar rumah-rumah yang ada ini dibangun secepat-cepatnya. Oleh sebab itu semuanya harus bekerja keras, gotong royong, karena kita ini sebentar lagi akan masuk musim penghujan. Paling tidak ada konstruksi jadi atapnya sudah bisa dibangun, sehingga bisa dipakai untuk berteduh kembali apabila musim hujan sudah datang,” katanya, dalam keterangan resmi, Ahad.

Jumlah bantuan yang disalurkan yaitu Rp. 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp. 25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan. Masyarakat diharapkan untuk fokus memprioritaskan dana tersebut untuk pembangunan rumah.

“Kalau nanti bangunnya ini sudah selesai betul dan ternyata tidak sampai Rp 50 juta untuk bangunnya, tidak sampai Rp 25 juta yang rusak sedang, ya alhamdulilah. Silakan untuk kepentingan yang lain, tapi prioritas yang pertama adalah untuk rumah,” ucapnya.

“Tetap ada pertanggungjawaban akan dicek, nanti rumah tidak jadi duitnya sudah tidak ada. Hati-hati jangan sampai dipakai yang lain. Rumah enggak jadi, malah punya sepeda motor baru, harus rumahnya jadi dulu,” sambungnya.

Penggunaan dana tersebut akan tetap dilakukan dengan mekanisme pendapingan dari pemerintah mengingat dana tersebut adalah dana Negara yang harus dipertanggung jawabkan.

Baca juga :   Daarul Qur’an Gelar Lomba Panah Nasional

“Nanti ada mekanisme ambil uangnya. Sudah dapat tabungan langsung diambil semua, enggak bisa, nanti enggak dipakai beli semen atau pasir malah yang lain, bantuan ini fokus pada bangun rumah kembali,” ujar Jokowi.

NTB bukan baru kali ini menghadapi gempa, kejadian serupa pernah terjadi di tahun 1979, oleh karena itu Jokowi mengharuskan bangunan yang direnovasi nantinya akan tahan gempa.

“Kita tahu di sini pernah juga gempa besar yaitu tahun 1979 pernah mengalami hal seperti ini. Artinya apa? Rumah-rumah yang dibangun nantinya harus rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa lagi, rumahnya tetap tidak ada masalah,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, seorang warga bernama Kardi bertanya tentang pembangunan rumah gedek.

“Yang saya mau tanyakan soal pembuatan rumah, warga kami takut rumah batu dan tembok, mereka akan bangun rumah bedek (gedek), apakah bisa?” tanya Kadri.

“Untuk konstruksi harus tahan gempa, nanti didampingi Kementerian PUPR, soal dinding mau pakai bata silakan, pakai kayu, gedek enggak apa-apa. Yang paling penting rumahnya harus rumah tahan gempa,” jawab Jokowi.

Ahmad Royyan