Beranda Berita Ini Lima Jenderal Myanmar di Balik Genosida Muslim Rohingya

Ini Lima Jenderal Myanmar di Balik Genosida Muslim Rohingya

BERBAGI

PBB mendefinisikan genosida sebagai tindakan yang dimaksudkan untuk menghancurkan kelompok nasional, etnis, ras atau agama secara keseluruhan atau sebagian. Pengkategorian semacam itu jarang dilakukan di bawah hukum internasional, tetapi telah digunakan di beberapa negara termasuk Bosnia dan Sudan dan dalam kampanye ISIS terhadap komunitas Yazidi di Irak dan Suriah.

Pada penutup laporan sepanjang 20 halaman tersebut dikatakan bahwa “ada informasi yang cukup untuk menjamin penyelidikan dan penuntutan para pejabat senior dalam rantai komando Tatmadaw (tentara), sehingga pengadilan yang kompeten dapat menentukan tanggung jawab mereka untuk genosida sehubungan dengan situasi di negara bagian Rakhine. ”

Belum ada komentar dari Pemerintah Myanmar mengenai laporan tim penyelidik PBB ini.

Panel PBB yang dipimpin oleh Mantan Jaksa Agung Indonesia, Marzuki Darusman menyebut enam nama yang petinggi militer Myanmar yang harus diadili atas kejahatan terhadap Rohingya, termasuk Jenderal Senior, Min Aung Hlaing dan Brigadir Jenderal Aung Aung yang memimpin Divisi Infanteri Ringan ke-33 Myanmar. Brigjen Aung Aung mengawasi operasi di Desa Inn Din di mana 10 orang pemuda dan pria Rohingya ditangkap dan dieksekusi oleh tentara.

Baca juga :   Posko Medis ACT Siaga di Tengah Al-Awdah March

Empat jenderal lainnya yang juga disebutkan oleh tim penyelidik adalah Deputi Panglima Militer, Wakil Jenderal Senior, Soe Win; Komandan Biro Operasi Khusus-3, Letnan Jenderal Aung Kyaw Zaw; Komandan Militer Regional Wilayah Barat, Mayor Jenderal Maung Maung Soe; dan Komandan Divisi Infanteri Ringan ke-99, Brigadir Jenderal Than Oo.