Beranda Berita Ini Lima Jenderal Myanmar di Balik Genosida Muslim Rohingya

Ini Lima Jenderal Myanmar di Balik Genosida Muslim Rohingya

BERBAGI
Tim penyelidik PBB untuk Rohingya yang dipimpin Mantan Jaksa Agung RI, Marzuki Darusman. Foto: Istimewa

Jenewa, Ahad.co.id- Penyelidik PBB mengatakan, militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan terhadap warga Muslim Rohingya dengan niat melakukan genosida. Laporan penyelidik menyatakan, komandan dan lima jenderal Myanmar harus dituntut atas tuduhan merencanakan kejahatan terberat di bawah hukum internasional.

Dalam laporan yang dilansir Reuters, Senin (27/8/2018), pemerintahan sipil yang dipimpin oleh Aung Sang Suu Kyi juga dinilai telah membiarkan ujaran kebencian untuk berkembang, menghancurkan dokumen-dokumen dan gagal melindungi warga minoritas dari kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan tentara di Provinsi Rakhine, Kachin dan Shan. Dengan melakukan hal itu, pemerintaha Suu Kyi dianggap ikut “berkontribusi terhadap terjadinya kejahatan yang kejam.”

Setahun yang lalu pasukan Myanmar melakukan operasi militer yang brutal di Provinsi Rakhine sebagai respons atas serangan dari Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) terhadap 30 pos polisi dan pangkalan militer Myanmar. Operasi militer yang diwarnai pembunuhan dan pemerkosaan itu menyebabkan lebih dari 700.000 warga Rohingya melarikan diri dan saat ini tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh.

Baca juga :   Kelompok HAM: Serangan di Ghouta Tewaskan 600 Orang

Laporan penyelidik PBB mengatakan bahwa tindakan militer Myanmar dengan membakar desa-desa sama sekali tidak setara dengan ancaman keamanan yang sebenarnya.

“Kejahatan di Provinsi Rakhine, dan cara di mana mereka dilakukan, adalah serupa sifat, kepentingan dan ruang lingkupnya dengan mereka yang telah membiarkan niat genosida untuk dilakukan dalam konteks lain,” demikian disampaikan Misi Pencari Fakta Internasional PBB untuk Myanmar.