Beranda Headline Ikuti Panggilan Jiwa, Sinaga Mantap Memilih Islam

Ikuti Panggilan Jiwa, Sinaga Mantap Memilih Islam

BERBAGI

Serpong, Ahad.co.id- Seorang warga Pematang Siantar, Medan, Sumatera Utara, Warisman Haposan Sinaga mengucapkan dua kalimat Syahadat, berikrar untuk memeluk agama Islam, Jumat, (24/8/18).

Ikrar itu diucapkan di masjid Al Hakim, jalan Buana Kencana , BSD city, Serpong, kota Tangerang Selatan. Demikian tulis Banten Satu.

Turut membimbing Haposan Sinaga dalam pengucapan Syahadat tersebut antara lain, Ustaz Pandi Sukrisno selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukhlisin, Vila Bintaro Indah, Jombang, Ciputat, Tangsel, Ustaz H. Ajid Bangun Ketua Yayasan masjid Al Hakim, serta ratusan jamaah sholat Jum’at masjid Al Hakim BSD city.

Menurut Ustaz Majid Bangun, dirinya dan ratusan jamaah sholat Jum’at masjid Al Hakim yang menyaksikan pengucapan kalimat Syahadat oleh saudara Warisman Haposan Sinaga mengatakan, kalimat Syahadat adalah kalimat keimanan seorang muslim atau kunci surga bagi seorang muslim.

“Kita semua sangat senang dan bahagia saudara Haposan Sinaga mendapatkan hidayah dari Alloh SWT, jagalah kalimat Syahadat itu sampai mati jika ingin masuk surga. Dan bagi masjid Al Hakim, kegiatan memfasilitasi ikrar keislaman saudara Haposan Sinaga merupakan salah satu bentuk pelayanan masjid Al Hakim kepada umat,” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Pandi Sukrisno selaku pimpinan Pondok Pesantren Al Mukhlisin yang memimpin proses pengislaman Haposan Sinaga, menyampaikan pesan dan nasehat untuk rajin-rajin datang ke masjid maupun musholah. Juga untuk menambah ilmu agama dan sering bertemu Kyai ataupun Ustad serta orang-orang beriman dan sholeh.

Baca juga :   Pembubaran HTI: Tembakan Peringatan untuk FPI Cs

“Keimanan seseorang itu sifatnya naik turun, jika kita sering bergaul dengan orang yang imannya kuat, maka Insya Alloh kita pasti akan ikut terbawa menjadi kuat imannya. Tapi jika kita bergaul dengan orang yang lemah dan lalai imannya serta tidak bisa menjaga sholatnya, maka iman kita pasti juga akan turun atau tidak baik,” tandasnya.

Warman Haposan Sinaga saat dimintai keterangan usai proses pembacaan Dua kalimat Syahadat menyatakan bahwa, dirinya membutuhkan proses selama kurang lebih 2 tahun, mengalami perang batin. Dan akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam.

“Saya mempelajari, mengkaji dan mempertimbangkan dengan matang sebelumnya. Semua agama baik tujuannya, tapi saya telah memutuskan memilih masuk agama Islam dan menjadi Mu’alaf karena berdasarkan keimanan dan kesadaran yang mendalam dalam jiwa saya untuk meyakini agama Islam adalah yang terbaik menurut keimanan hati saya,” pungkasnya.

Hasbi Syauqi