Beranda Ekonomi Korban Gempa di Lombok Utara Nyaris Terisolasi

Korban Gempa di Lombok Utara Nyaris Terisolasi

BERBAGI
Kredit foto: Dokumentasi LAZNAS Dewan Dakwah

Lombok Utara, Ahad.co.id- Koordinator lapangan (korlap) posko LAZNAS Dewan Dakwah di Lombok Utara, Agung Gumelar mengungkapkan, masih banyak warga korban gempa bumi yang kedinginan, kelaparan, dan membutuhkan bantuan medis.

Didera gempa Magnitudo 6,4 pada 29 Juli dan M-7,1 pada Ahad (5/8) petang, Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serasa luluh lantak. Akibat gempa utama Minggu itu, sedikitnya 98 warga tewas dan ratusan terluka. Ribuan bangunan runtuh, menyebabkan ribuan orang menjadi pengungsi di berbagai wilayah.

Aliran listrik mati, sinyal ponsel payah, dan akses jalan darat yang lumpuh karena tertimbun longsor, retak, dan jembatan amblas, membuat para pengungsi di Lombok Utara nyaris terisolasi. Mobil tidak bisa masuk maupun keluar, sedang motor harus bermanuver menghindari reruntuhan, timbunan longsor, retakan, serta jalan amblas.

‘’Kami hanya menemukan satu kedai kelontong yang masih buka dan terjangkau. Di situlah kami membeli bahan pangan untuk melayani warga pengungsi,’’ ungkap Agung yang sudah empat hari di posko dalam keterangan yang diterima Ahad.co.id, Selasa (7/8/2018).

Senin (6/8) malam, barulah relawan M Zuhdi dari Dewan Dakwah NTB berhasil menembus posko dari Kota Mataram. Ia musti berjibaku mengendarai motor, membawa sebuah genset dan beberapa pernik barang vital seperti power bank dan perlengkapan elektrik.

Baca juga :   Gerakan 10 Ribu Muslimah untuk Kemanusiaan Guncang CCC Sulsel

Alhamdulillah, dengan nyala genset, warga di posko mendapat penerangan dan fasilitas komunikasi.

Beroperasi sejak 1 Agustus 2018, posko utama LAZNAS Dewan Dakwah berada di Pondok Pesantren Baabul Mujahidin di Dusun Bayan Barat, Desa Bayan Beleq, Kec Bayan, Kab Lombok Utara.

Program posko meliputi: Inventarisasi dan pengamanan Masjid, Penyelenggaraan Dapur Umum, Dropping Tandon dan Air Bersih, Layanan Kesehatan, Distribusi paket makanan siap santap, Trauma Healing berbasis spiritual, dan penyelenggaraan Sekolah Hatiku Senang untuk anak-anak pengungsi.

‘’Sesuai kemampuan kami, program-program tersebut diprioritaskan untuk warga Desa Bayan Beleq, Senaru, dan Desa Mumbul Sari di Kec Bayan. Ratusan keluarga dari dusun-dusun di desa itu mengungsi di tempat tinggi dan menjauhi bangunan. Gempa susulan terus terjadi,’’ papar Agung.

Tim Laznas Dewan Dakwah terus mendampingi warga dan melayani kebutuhannya. Posko akan diperkuat dengan Tim kedua yang segera berangkat ke lokasi.

Hasbi Syauqi