Beranda Berita Jamaah As-Syuhada Tetap pada Shalatnya Ditengah Gempa 7 SR

Jamaah As-Syuhada Tetap pada Shalatnya Ditengah Gempa 7 SR

BERBAGI
Jamaah As-Syuhada, Denpasar Bali tetap pada salatnya ditengah gempa. Foto : Facebook.

Bali, Ahad.co.id- Gempa yang terjadi di NTB dan Bali meninggalkan cerita-cerita yang dapat dijadikan pelajaran. Salah satunya adalah tentang jamaah shalat magrib yang tetap shalat pada tempatnya meskipun gempa yang berat tengah mengguncang.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian menjadi viral, karena memang pada saat kejadian, Masjid As-Syuhada Bali tersebut tengah melakukan siaran langsung shalat jamaah yang dilakukan.

Terlihat dalam rekaman video, sebagian jamaah mulai meninggalkan shalatnya dimana hal tersebut adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam keadaan darurat. Namun Imam shalat jamaah tersebut memutuskan untuk tetap pada shalatnya dengan berpegangan pada dinding agar tetap dapat berdiri, menggambarkan kepasrahannya pada Sang Maha Kuasa.

Seorang makmum dari jamaah shalat isya tersebutpun sempat membagikan pengalamannya melalui jejaring sosial Facebook miliknya.

“Inilah detik2 gempa 5/8/2018 saat kami sholat Isya’ berjama’ah di Masjid Asy-Syuhada’ Eks BLK. Sebagian makmum memilih memutus sholatnya karena takut dg besarnya gempa, termasuk saya,” begitu bunyi postingannya, Selasa (8/7/2018)

Meski demikian, banyak warganet yang bersimpati atas keputusan dari imam tersebut. Kebanyakan warganet bersyukur bahwa tak terjadi hal yang tidak diinginkan pada jamaah masjid. Banyak pula warganet terharu terhadap keputusan dari imam untuk tetap melanjutkan sholat saat gempa.

Baca juga :   Sarasehan Literasi Sekolah, Upaya Membuat Kegiatan Literasi Jadi Menyenangkan

Satu diantaranya yakni Ustaz Yusuf Mansur. Ustaz Yusuf Mansur menyebutkan bahwa sebenarnya boleh saja meninggalkan sholat ketika gempa. Bahkan, dalam keterangan postingannya Ustaz Yusuf Mansur juga mengaku menitikan air mata setelah melihat video tersebut.

“Yaaa Allah… Nangis nih saya… Yaaa Allah. Yaaa Allah. Yaa Allah. Kasih iman sebesar imam ini yaaa Allah. Bahkan lbh besar lagi. Beliau, imam asy syuhada Bali. Ga bergeming walo boleh meninggalkan shalat saat gempa. Mksh yaa Allah. Kami bertaubat. Kami justru lbh sering ga bergeming dg Panggilan Azan-Mu. Cuek. Ga perduli. Tetap aja kerja, bisnis, beraktifitas. Yaaa Allah. Muliakan imam ini dan jamaah sana. Dan bantu kwn2 dan sdr2 kami di lokasi2 bencana. Selamatkan kami. Ampuni kami. Tolong kami.” begitu tulisnya dalam keterangan.

Ahmad Royyan