Beranda Berita Pemprov NTB Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Gempa Lombok

Pemprov NTB Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Gempa Lombok

BERBAGI
Foto : Antara/Ahmad Subaidi

Mataram, Ahad.co.id- Gempa dengan kekuatan 7 SR dan gempa susulan berkekuatan 5.6 SR menimpa Lombok Utara dan sekitarnya.Menanggapi hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB Zainul Majdi masih terus mengumpulkan informasi dengan berbagai instansi terkait. Sementara semua masjid di Lombok Utara dan sekitarnya diminta menyerukan untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik.

“Mari kita berdoa agar tidak terjadi gempa susulan. Kami sudah berkordinasi dengan semua pihak terkait, baik itu di pusat maupun instansi lainnya terkait musibah gempa yang malam ini menimpa NTB, terutama NTB wilayah utara dan timur,” jelasnya.

Seperti yang sudah disampaikan oleh BMKG, agar seluruh warga di wilayah terdampak tidak panik. Kepada korban luka, juga kami sudah menginstruksikan kepada dinas terkait agar mengerahkan semua personilnya untuk menyelamatkan korban yang terluka dan tetap waspada sampai status waspada tsunami dicabut.

TGB M. Zainul Majdi juga menginstruksikan agar semua sekolah di Lombok Utara, Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk diliburkan besok hari sambil mengecek keamanan bangunan sekolah. “Saya juga instruksikan semua tenaga kesehatan di pulau Lombok untuk masuk dan bekerja, memastikan pelayanan kesehatan diberikan maksimal. Semua perangkat BPBD Pemda bersama TNI dan Polri, Badan SAR dan elemen masyarakat lain bekerja malam ini untuk menjangkau daerah yang diperkirakan paling terdampak yaitu Lombok Utara dan Lombok Timur.

Hingga saat ini, listrik terganggu di beberapa lokasi, sedang diupayakan normal kembali. Jaringan seluler juga terputus di beberapa tempat. “Sekali lagi, kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia,”

“Kami akan memberikan pelayanan pengungsian yang layak bagi para korban yang rumah tinggalnya hancur maupun rusak, dan pelayanan kedaruratan lain-lain untuk menunjang penghidupan pasca gempa hingga tercapainya pemulihan. TNI dan Polri juga memberikan bantuan tenda.” Pemerintah Provinsi NTB menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan menggunakan sumber informasi terpercaya resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, kepolisian dan pihak berwenang lainnya.

Baca juga :   Ketua MPR Minta Umat Islam Hindari Perselisihan

Terkait dengan gempa yang terjadi pada 29 Juli, Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan perpanjangan penetapan status keadaan tanggap darurat sampai dengan 11 Agustus 2018. “Kami mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk turut membantu saudara-saudaranya di NTB dan wilayah terdampak gempa lainnya di Indonesia. Allah SWT Maha Pemilik Kehidupan, Maha Penguasa dan Maha Pengatur Alam Semesta tengah memberikan musibah gempa bagi masyarakat di NTB.”

Pemerintah Provinsi NTB bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan kabupaten serta kota terkena gempa lainnya bahu-membahu bersama masyarakat tengah berupaya sekuat-kuatnya menangani dampak musibah ini. Koordinasi penanganan juga kami lakukan bersama pemerintah pusat. “Saya baru menghubungi Bapak Presiden Joko Widodo, beliau sangat berduka mendalam dan doa beliau terus menerus bersama masyarakat NTB. Semoga Allah SWT Maha Pemberi Perlindungan, atas nama masyarakat NTB kami memohon doa agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.”

Ahmad Royyan